Fadhilah sudah didalam mobil, ia melihat kebelakang ibu serta putranya sedang memperhatikan Jizah yang menangis tersedu-sedu. Ia membiarkan adik iparnya itu tenang terlebih dahulu.
"Ann? biar kakak yang setir mobilnya" pinta Fadhilah saat Jizah sudah mulai tenang
"Maaf ya kak" ucap Jizah
"Iya gpp" merekapun bertukar posisi
Fadhilah menjalankan mobil yang dikendarainya langsung menuju rumah Abah dan sepanjang perjalanan Jizah hanya terdiam sesekali menyeka air matanya yang keluar.
Sesampainya di rumah Abah, Jizah langsung keluar mobil dan disusul Fadhilah serta ibunya. Di dalam ternyata sudah berkumpul keluarga besar, entah hal apa yang ingin Abah bicarakan sampai-sampai Awwal dan Nabilah pun yang berada di Bogor juga sudah hadir.
Diruang keluarga Aldi sedang berbincang-bincang dengan mertua dan para iparnya. Jizah mendekatinya dan langsung duduk bersimpuh di kaki suaminya dengan menangis sampai yang melihatnya bingung.
"Hiks.. hiks.. hiks .. mas? Anna minta maaf, Anna minta maaf" kata itu terulang dari bibir Jizah
"Sayang... bangunlah kamu kenapa?" tanya Aldi sembari mendongakkan wajah istrinya agar bertatapan dengannya
"Dua setengah tahun mas kita menikah, tapi belum ada tanda-tanda pada diri Anna untuk segera hamil" Tangis Jizah makin pecah
"Astagfirullah Ann, mas Ndak mempermasalahkan itu sayang, mau sepuluh tahun kita menunggu itu sudah takdir Ann" Aldi berbicara sedikit tegas namun tetap lembut
"Enggak mas, Anna perempuan yang tidak sempurna" Jizah tertunduk
"Innalilahi sebenarnya Anna kenapa Dhillah?" tanya Abah
Fadhilah pun menceritakan apa yang terjadi di masjid tadi, Aldi langsung memeluk erat istrinya.
"Ya Allah kuatkan hati istriku" lirihnya dalam hati
Semua orang terdiam terkecuali ummi, beliau menangis mendengarkan anak perempuan satu-satunya yang dinanti, dilahirkan dan di didik hatinya sedang sangat rapuh, mau bagaimana ummi adalah seorang wanita yang sangat berperasaan dan peka terhadap anaknya, ia tak terima namun tak juga bisa untuk mencegahnya.
J…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(48) Wanita Yang Tak Sempurna
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
Meilia Ra
aamiin allah sumpah nyesek banget sampai g sadar menangis
aku ikut merasakankesedihan keputusasaan anna spt diriku yg blm diberi kepercayaan 😭😭😭😭
2021-10-13
1
Anih Sumarni
Aamiin yra 🤲🤲
2021-06-12
2
Linda Lindiani
masya allah,aku nangis thor ceritamu bener" bagus dan mendidik,banyak ilmu yg aju dapatkan dari cerita ini,semangat thor
2021-02-28
1