Keesokan harinya, pagi-pagi sekali suster sudah mengantarkan bayi Jizah dan Mufid ke ruangan mereka.
"Assalamualaikum...."
"Waalaikumsalam warahmatullahi,"
"Wah Masya Allah si adik gantengnya Umma." ucap Jizah memposisikan tubuhnya sedikit bersandar
"Bayi nyonya Jizah Nurreen Ahmad? Alhamdulillah bayinya laki-laki, sehat tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Anggota tubuhnya juga Alhamdulillah sempurna. Beratnya 4 kg dan panjangnya 50 cm. Lahir pukul 22:15 WIB ya?" jelas suster
"Alhamdulillah."
"Kira-kira namanya siapa? biar sekalian saya tulis." tanya suster menatap Mufid dan Jizah bergantian
"Itu biar saya saja yang tulis nanti sus." jawab Mufid
"Oke, baik. Silakan diberi susu terlebih dahulu dan kami mohon maaf karena sebelumnya sudah memberikan asi dari stok asi yang ada dirumah sakit kami." jelas suster
"Tapi kenapa nggak langsung asi saya saja sus?" tanya Jizah
"Iya ibu kami mohon maaf sekali, karena semalam ibu seperti sudah lelah jadi kami tidak ingin mengganggu." ucap suster beralasan
Setelah suster itu keluar, Mufid langsung menampakkan wajah tak sukanya.
"Ini rumah sakit kebanyakan anehnya atau gimana? masa apa-apa gak minta persetujuan dulu." ucap Mufid sedikit kesal
Hadi yang semula duduk kini berdiri mendekati Jizah dan Mufid.
"Emang selain ini apa yang mereka gak bilang ke kamu?" tanya Hadi
"Tadi waktu saya selesai adzanin? suster nya langsung mau bawa si adik untuk di observasi. Gak ada imd atau skin to skin." jawab Mufid
"Ya udah Ba, sabar. Tolong si jagoan kasih ke Umma." ucap Jizah dan Mufid langsung menggendong putranya untuk diberikan pada Jizah
"Subhanallah... gantengnya..." ucap Hadi gemas
"Iyaa ganteng lah bang, siapa dulu Abba nya?" ucap Mufid bangga
Bayi itu terbangun dari tidurnya dan langsung menangis kencang.
"Bisa tinggalin Anna berdua aja? Anna mau kasih dia susu." ucap Jizah kepada dua laki-laki dihadapannya
Hadi memilih keluar untuk mencari sarapan. Sementara Mufid ia tetap ingin berada di samping istrinya yang sedang mencoba m…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(164) Awal dengan si Jagoan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
Dewi_k
Selalu semangat thor, jangan pernah menyerah demi sebuah harapan yang tak pernah hilang. Kesuksesan akan datang, hasil dari sebuah kegigihan. Semangat🤗🤗🤗
2021-02-01
0
Ina Kurnia Cengceremen
klo belum keluar ASI-nya pasti sakit
2021-02-01
1
Febiyani_putri
Khairil mirip jizah menurut me')
2021-02-01
2