Hari ini Jizah dan Mufid ingin kembali ke hotel tempat mereka menginap sebelumnya. Rencananya setelah sampai di hotel mereka ingin merapihkan barang-barang pindahan mereka ke Bogor.
Jizah masih setia berada diatas ranjang dengan mata terpejam. Sedari subuh tadi tubuhnya lemas, kepalanya sedikit terasa pusing dan baru kali ini merasa mual namun tak ada yang keluar sedikitpun dari mulutnya.
Sementara Mufid sedang mengambilkan sarapan untuk istri tercintanya.
"Kamu sendiri sudah makan Rul?" tanya Abah yang sedang sarapan bersama anak dan menantunya dimeja makan
"Khairul makan dikamar saja Bah, dengan Anna. Kasihan dia sedari tadi badannya lemas, mungkin karena kelelahan karena acara kemarin." ucap Mufid
"Apa Anna mual-mual?" tanya Hamzah
"Iya bang, sejak subuh tadi. Maaf ya Abah? Umi? semuanya, Khairul mau menemani Anna." ucap Mufid pamit kedalam kamar
"Iya nanti kalau sudah selesai sarapannya kamu temui Abang ya? nanti Abang kasih vitamin untuk Anna." ucap Hamzah dan Mufid iya kan
"Apa sebaiknya mereka lebih baik tinggal disini saja Bah?" tanya Hadi khawatir
"Iya Bah, agar Anna dan kandungannya bisa terus sama-sama kita pantau bila terjadi sesuatu." sambung Hamzah
"Abah tak ingin Khairul merasa tersinggung dengan keinginan kita itu, Abah hanya ingin menjaga perasaannya saja sebagai imam dan suami dari Anna. Abah yakin, Khairul bisa menjaga dan membimbing Anna dengan baik." ujar Abah membuat semua anaknya terdiam
"Awwal juga sudah menyuruh petugas yang membersihkan pesantren untuk membersihkan rumah yang akan ditempati oleh Khairul dan Anna, agar nanti ketika mereka sudah sampai tidak perlu capek-capek membersihkannya lagi." ucap Awwal
"Alhamdulillah kalau begitu nak." kata Umi tersenyum, beliau sebenarnya ingin membantah perkataan suaminya. Karena kekhawatirannya terhadap putrinya begitu besar, Umi tak ingin terjadi sesuatu lagi dengan Jizah dan kandungannya.
"Hamba titip mereka kepada Mu ya Rabb, jaga selalu putriku dan suaminya serta calon cucuku yang berada dalam k…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(121) Suami, Menantu dan Ayah Idaman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
Desti Nuzullianti
Romantis tidak perlu diukur dengan harta ttp syukuri apa yang ada
2021-08-14
1
Rosa Alaisyah
mcm suami ku baik hati. suami idaman
dn menantu idaman papa aku sykur ya
pda Allah telah bri kn aku suami mcm
mufid.😅💖💖💖
2021-02-24
2
Indah Wahyuningsih
ldari semua novel yg ku baca karya mu sangat luar biasa banyak ilmu yg bermakna dalam cerita..banyak tetesan air mata yg tak tersa jatuh..sungguh saya terharu dan hanyut dalam kalimat oenuh makna..
sehat selali thoir semoga karya mu adalah dakwah..dan menjadikan amalan mu di dunia..
2021-01-26
4