Panggilan telepon masih tersambung, namun tak jua ada jawaban.
"Assalamualaikum, maaf ini dengan siapa?" tanya Mufid setelah menggeser tombol hijau pada handphone
Tak ada jawaban membuat Mufid mengerutkan keningnya. Terdengar suara dari seberang sana sedikit bergetar.
"Apa ada sesuatu yang perlu dengan pemilik nomor ini?" tanya Mufid.
"Wa– Waalaikumsalam, dimana putriku?" tanyanya sedikit bergetar
Mufid mengerutkan keningnya dan menatap istrinya "Suara laki-laki atau perempuan Ba?" tanya Jizah
"Sepertinya perempuan, dia bertanya dimana putrinya." ucap Mufid
"Dimana istrimu nak?...., ini penting."
"Beliau mau bicara sama kamu sayang," kata Mufid sembari menyodorkan handphone milik Jizah
"Tapi siapa Ba? Umma takut." ucap Jizah
"Dari bicaranya, seperti Bunda mu. Beliau bilang ada sesuatu yang penting." ujar Mufid
Jizah menatap suaminya tak mengerti. Bundanya? selama ini yang ia panggil bunda hanya mantan ibu mertuanya, dan seketika Jizah langsung mengambil handphonenya.
"Assalamualaikum, maaf apa ini bunda Mila?" tanya Jizah
"Waalaikumsalam, iya sayang? akhirnya bunda mendengar suaramu nak. Bunda minta tolong sama kamu nak, ini penting."
"Hal penting apa bunda? bunda sekeluarga baik-baik saja kan?"
"A-Aldi nak... dia butuh kamu." ucapnya menangis
Jizah seketika langsung menggenggam tangan Mufid. Dia tidak ingin hal yang bersangkutan dengan masa lalu membuat rumah tangganya kembali menegangkan.
"Ada apa dengan mas A-Aldi bunda?" tanya Jizah terbata
Mufid yang mendengar nama seorang laki-laki dimasa lalu istrinya pun langsung melepaskan genggaman tangan Jizah. Dan berjalan mendekati Kheiran yang terlelap. Sebelum itu Mufid memberikan anggukan kecil sebagai tanda ia mengizinkan jika berbicara dengan Aldi lewat panggilan telepon.
"Dia mengalami kecelakaan dan terus-menerus memanggil-manggil nama kamu nak."
"Maaf Bunda, apa pantas seorang laki-laki terus-menerus memanggil-manggil nama perempuan yang jelas-jelas bersuami? Bunda, maaf jika berhubungan dengan mas Aldi Anna…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(144) Pinta Terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
Yulia Orif
Masya Allah, Jizah sungguh wanita mulia, dgn kadar keimanan yang tinggi sesuai dgn ujian yang dihadapi.
2021-12-01
1
tika kartika
😭😭😭😭😭😭 kasian aldi 😭😭😭
2021-02-14
1
Yhusti Arif
jangan berhenti thor..
2021-01-26
1