Keesokkan harinya, Jizah dan Aldi mengadakan resepsi disalah satu gedung universitas yang dekat dengan kediaman Jizah. Hari ini Jizah memakai gaun rancangannya berwarna coklat susu dan kepalanya dihiasi dengan Sunting Padang, sedangkan Aldi menggunakan beskap senada dengan Jizah dan tak lupa menggunakan Deta atau penutup kepala yang biasanya dililitkan sampai membentuk beberapa kerutan.
Keduanya kini sedang bersanding di pelaminan mengucapkan terima kasih atas selamat dan doa yang sampaikan setiap para tamu. Ketika sibuk menerima para tamu undangan yang mengucapkan selamat, mata Jizah tertuju pada seseorang yang pernah mengisi hari-harinya dengan senyuman.
"Ya Allah dia ternyata datang, kenapa sendiri? dimana perempuan yang waktu itu dia puji-puji sampai membuat hatiku sakit? Ya Allah Jizah tenangkan lah hatimu. Kini kamu telah bersanding dengan seorang laki-laki yang telah menjadi suamimu." Gumam Jizah dalam hati
Riandi, dia datang dengan ekspresi wajah yang tidak dapat diartikan. Ke tidak beranian diri untuk meminta Jizah sebagai pendamping hidupnya kini menjadi penyesalan terbesarnya. Menceritakan perempuan lain kepada Jizah adalah hal bodoh yang ia lakukan. Walaupun, perempuan yang ia maksud adalah Jizah. Dirinya tahu betul, Jizah memiliki rasa sayang terhadapnya mendekati cinta. Namun apa daya, mungkin mereka memang ditakdirkan hanya untuk menjadi seorang teman bukan pasangan.
...__________...
Perlahan kaki itu berjalan mendekati pelaminan. Sungguh, kini dirinya sedang berkecamuk menahan perih yang begitu menyayat hatinya.
"Ya Allah apakah rasanya sesakit ini melihat seseorang yang kita cintai bersanding dengan orang lain? andai aku berani untuk mengungkapkan perasaan ini kepada Jizah dan memintanya kepada Abah terlebih dahulu, tapi apa aku akan diterima? maafkan aku Jizah telah menyakiti hatimu dengan selalu menceritakan wanita lain kepada mu yang bahwa sebenarnya itu kamu tapi aku terlalu pengecut untuk mengakuinya." Lirihnya dalam hati
Kini, mencoba memberi…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(9) Patah Hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
Rosa Alaisyah
subhana Allah. kata2 mu thorr luar biasa😘
2021-02-20
3
Darah Biru (Bangsawan)
👍👍👍🐾🐾🐾🐾😇
2020-10-07
0
mayra
subhanallah sungguh menyentuh hati,, semoga adanya novel yg bertemakan agama ini, kta bisa introspeksi diri sendiri,,, amin
2020-08-06
6