Seminggu berlalu, Jizah dan Mufid sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Jizah sudah mulai membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat baju pengantin. Dan karyawannya yang sempat diliburkan sementara pun sudah kembali, walaupun sebagian dari mereka ada yang memilih mencari pekerjaan lain.
Sementara Mufid, warung bakso nya sudah mulai berjualan dan ia juga sudah membeli gerobak bakso cukup besar untuk ditaruh di garasi rumahnya. Ia pun sudah memiliki beberapa karyawan yang merupakan lulusan pesantren milik Abah.
Mereka sebenarnya tak diberi izin oleh Mufid menjadi karyawannya, namun karena tujuan Mufid berjualan adalah dakwah, yaitu satu mangkuk bakso untuk orang lain tak akan membuat kita mati kelaparan. Yang artinya jika kita membeli semangkuk bakso sama dengan kita bersedekah untuk orang yang tidak mampu.
Dengan itu, para karyawannya terketuk untuk menjadi pegawainya.
***
Jizah sedang berkutat di dapur, untuk menyiapkan makan siang bagi karyawannya dan juga karyawan suaminya. Padahal Mufid sudah meminta agar memesan makanan saja tidak perlahan memasak. Tapi ibu hamil itu tetap dengan keinginannya.
"Hhmm harumnya masakan istriku." kata Mufid yang datang dari depan setelah memberitahu bahwa warung bakso harus tutup jika menjelang waktu sholat tiba.
"Umma hanya masak nasi liwet sama ikan pesmol, tidak apa kan Ba?"
Mufid memeluk istrinya dari belakang dan meletakkan dagunya di tengkuk istrinya.
"Masakan apapun dari tangan seorang bidadari pasti terasa mengenyangkan walau hanya sesuap nasi yang masuk kedalam mulut." jawab Mufid dengan gombalannya
Jizah merasa geli ketika Mufid sedikit menggerakkan dagunya di tengkuk Jizah, bagaimana tidak? dagunya sudah ia biarkan rambut-rambut kecil untuk tumbuh, menambah kesan manis tersendiri bagi Jizah.
"Abba jangan gitu, nanti ada yang lihat gimana?"
"Iya-iyaa sayang, Abang pergi ke masjid dulu ya?" ucap Mufid memberikan tangannya untuk dicium oleh istrinya
"Iya, nanti pulangnya baru kita makan bareng-bareng,"
"Assa…
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan
(125) Waktu adalah Ujian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 183 Episodes
Comments
shafiyah az zahra
syafakillah ukh
2020-12-09
1
Naila Putri
up lagi thor
2020-12-09
1
Anjar Yulianti
suka
2020-12-09
2