Genap satu minggu semua upaya telah dilakukan untuk merangsang Jelita terbangun, dari pemberian pengobatan sampai menemui orang-orang yang pernah disukai Jelita. Semua luka baik benturan sudah semakin pulih dan perban sudah dilepas, pencernaan dan alat vital semua juga sudah membaik. Beberapa team dokter juga heran dengan kejadian yang dialami anak kecil ini, berbaring seperti sedang tertidur.
Tubuhnya semakin kurus kering, rambutnya sudah dipotong.
"Jika terus seperti ini, maka kondisinya semakin membahayakan. Saraf-saraf Jelita bisa saja lumpuh karena mulai kaku, pencernaannya pun akan rusak jika hanya memakan rumah sakit."
Penjelasan dokter membuat pikiran semuanya kacau, Gharda meninju tembok sampai tangannya berdarah.
"Pak Gharda, hentikan!" pekik Afrinda mengemgam tangan Gharda yang sudah luka mengusapnya. "Ayok kembali ke ruangan Jelita, kita obati tangannya." Menarik tubuh lesu Gharda menuntun duduk mulai mengolesi obat ke permukasn kulit punggung tangan Gharda.
"Semua sudah kita lakukan, tapi Jelita tidak mau bangun, Frind."
"Saya juga merasa gagal. Kalian telah mempercayakan saya untuk membantu, tapi nyatanya sama saja," ungkapnya membuang muka mengusap ujung matanya yang mulai menangis.
Nyonya Syeni di rumah tidak kuat harus melihat cucunya, kesehatannya semakin menurun. Pernah suatu malam bersujud merintih mengucapkan doa agar, jika bisa nyawanya ditukar ia rela asal cucunya selamat.
Gharda tidak sengaja mendengar menghampiri mamahnya ikut menagis saling berpelukan, berdoa bersama mendaraskan Jelita Niellxie Alfonso agar segera bangun. Awal ibu-anak ini mulai memperbaiki hubungannya.
"Afrinda."
"Iya, Pak."
Sekarang mereka berdua duduk jarak dekat di samping Jelita.
"Terima kasih untuk semuanya, atas ketulusanmu merawat anak saya. Da-dan saya masih ingin menahanmu di sini, dengan adanya kamu beban ini rasanya terbagi. Maaf saya terdengar egois, tapi saya benar-benar membutuhkanmu."
Afrinda menyimak ungkapan Gharda, lalu tersenyum hangat membawa tangan Gh…
Cinta Pilihan Mas Duda
Gharda Masuk TV
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments
Widya
lanjuuut
2023-02-06
0
Hernike Eka Darmuji
Pagi pagi udah hujan air mata 😭😭😭😭😭😭
2023-02-06
0