Sudah jam 07:00 pagi Tiffany belum juga mengangkat panggilan telepon darinya, Nurma ingin putrinya itu datang membawa baju ganti serta makan untuknya. Lagi dan lagi panggilan ketiga, suara operator yang menjawab nomor tidak aktif.
Badannya pegal sekali sebenarnya, tidur di atas sofa ruang rawat suaminya tidak nyenyak sama sekali, gerah belum mandi dan ia kelaparan.
Bengong sendiri melihat suaminya sudah terbangun lebih dulu, ia paham apa yang diinginkan suaminya, sayangnya ia tidak bisa melakukannya, Ardanlah yang biasanya me-lap tubuh suaminya didampingi salah seorang petugas pria perawat.
"Aku tidak tahu caranya, kita tunggu mas yang biasa membersihkan badanmu ya," ucapnya menunduk pasrah.
Danu membuang pandang.
"Ardan sudah kembali ke kotanya tinggal, dia tidak bisa lagi menemani kita."
Istrinya ini memang tidak bisa diandalkan, dulu sakit-sakitan, sekarang kurang pengalaman merawat suaminya. Danu memukul sprai ia kesal.
Petugas pria itu akhirnya datang tersenyum hangat menyapa dengan hormat, Nurma meminta baskom yang bersi air hangat ingin mencoba me-lap suaminya, si petugas memberikannya ragu tapi tidak mungkin dilarang.
Hati-hati Nurma meletakkan baskom di atas troli meja yang tersedia, mencelupkan kain memerasnya lalu berjalan ke arah tubuh suaminya mengusapnya pelan.
"Nyonya, hati-hati dengan luka jahitan di area dadanya," peringat si petugas.
Danu duduk dibantu pasrah saja, untungnya alat yang ditubuhnya sudah berkurang sehingga merasa jauh lebih bebas untuk bergerak.
Perutnya mulai lapar kepalanya pusing karena lupa meminum obatnya tadi malam, memaksa dengan tenaga yang sudah berkurang tetap melakukan aktifitasnya. Matanya berkunang-kunang tidak sengaja tangannya menjatuhkan baskom dari troli meja airnya tumpah ke lantai, sigap si petugas membawa badannya menghindar dari air itu.
"Nyo-nyonya, sudah, biar petugas kebersihan saja yang membereskan semua ini. Nyonya duduk saja ya," si petugas merangkul Nurma duduk di atas sofa menangis merasa bersalah.
Para p…
Cinta Pilihan Mas Duda
Perlahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments