Tiffany benar-bebar sendirian malam ini, Gharda tidak menemaninya menciptakan kebohongan baru pada wartawan dan tersenyum seolah semua baik-baik saja, Shandi tidak mengangkat panggipan darinya. Ardan memang wajib datang, jasanya sekaligus keuntungan promosi yang didapatkannya.
"Minum dulu," Ardan menyodorkan satu gelas minuman padanya. Menemui fartnernya saat istirahat makan malam.
Tiffany mengangguk kecil lalu kembali fokus pada ponselnya, menarik napas kasar tidak ada balasan dari Gharda.
"Setidaknya kau makan sedikit saja, isi piringmu masih utuh," bujuknya lagi. Tiffany masih tidak menjawab.
"Kau masih menunggunya?" Sudah ikut duduk di depan mejanya memandang kasihan pada Tiffany.
"Diam," ucapnya sarkas tidak ingin diganggu.
Tersenyum mengejek, tidak mau mengak berbicara lagi. Masih tahu batasan hal privasi, menghargainya tapi tidak cuek dengan kesedihan temannya ini.
Sebenarnya Ardan sendiri pun menyimpan kegalauannya, Afrinda masih enggan belum mau terbuka padanya padahal sudah berbaikan. Sampai sekarang pun masih tidak membalas pesan singkatnya, hanya dibaca saja.
Acara berakhir semua orang sudah pulang, Tiffany masih tinggal tidak bersemangat demgan hasil malam ini. Mencabut paksa fotonya yang terpampang di banner, merusaknya meluapkan emosi membuangnya di tempat sampah.
Tidak sengaja Ardan mengintip memotret apa yang dilakukan Tiffany, menghampirinya memaksa pulang. Di dalam mobil masih tetap diam sudah sampai di apartement.
"Dan, bawa aku jalan-jalan malam ini."
Tiffany akhirnya membuka suaranya, butuh angin segar menghilangkan sedikit stresnya.
"Sudah jam berapa ini, Nona. Lebih baik kamu beristirahat tidur, ini jam tidur bukan kelayapan." Ardan menolak. Memang benar, dari wajah Tiffany yang sudah terlihat mekawan kantuk sedikit pucat.
Memelas Tiffany keukeh, berdebat lagi Ardan menolak keras.
Terserah mau marah, Ardan juga sudah mengantuk dan memaksa Tiffany keluar dari mobilnya. Untung sedang sepi.
Sebelum benar-benar berpisah, Ardan baru mengingat dan…
Cinta Pilihan Mas Duda
pasangan Bukan Pasangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments
Mama lilik Lilik
banyak sekali typo nya dari bab pertama sampai bab ini, tolong di perbaiki sebelum di edit ,🙏🏼
2024-08-26
1
Widya
double up dong thor
2023-02-12
0
Hernike Eka Darmuji
Jangan cuma sekali up lah thor
2023-02-12
0