Semuanya diluar dugaan, Nurma tersadar dari pingsannya membuka mata masih ada di tempat keterakhir sebelum tak sadarkan diri. Dan perempuan yang bernama Afrinda itu justru masih berada di sampingnya, ia memandang aneh
"Mana suami saya?" tanyanya datar.
Afrinda bergidik sendiri memperhatikan wajah wanita ini, "Ada di luar."
"Lalu, kenapa hanya kau yang ada di kamar ini? Mana yang lain?"
Nurma kebingungan apa yang terjadi pada emosinya setiap memandang Afrinda.
"Ini kamar saya, Bibi."
Jawaban skakmat membungkam mulut Nurma, dia tidak senang berhubungan dengan gadis ini. Ada yang mengacaukan pikiran isi otaknya membayangkan wajah Tiffany berulang-ulang, dengan kasar menepis tangan Afrinda hendak membantunya duduk. "Jangan sentuh saya, kita tidak saling mengenal!"
Tentu saja Afrinda merasa sakit hati, tapi yasudahlah. Toh mungkin tante ini memang tidak suka bersentuhan dengan orang lain. "Tunggu sebentar, Bibi. Aku panggil Paman Danu, sebentar."
Emosi danu hampir meledak dengan sikap Nurma yang tidak sopan, dari tadi merengek pulang tidak menyahut pembicaraan Afrinda, Nurma juga menolak diperiksa Egwin dan Indri tekanan suaranya meninggi.
"Indri, bawa Afrinda ke kamar minum obat," titah Egwin tegas
"Tapi aku masih mau di sin-"
"Masuk!"
Terpaksa Afrinda menurut, padahal dirinya ingin sekali melihat kepulangan Paman Danunya seperti biasa.
"Besok paman kesini lagi, jangan muram wajahnya. Maafkan sikap istri paman ya," ucap Danu penuh sesal.
Setelah Afrinda masuk ke dalam kamarnya, Danu memandang murka pada istrinya. "Dia putrimu, Nurma. Putri kita!" serunya menekan volume suaranya.
Telinga Nurma berdengung, "Tidak."
"Jangan menutup matamu, Nurma. Wajah Afrinda persis seperti waktu kau masih muda. Tidak mungkin kau lupa dengan rupa dirimu sendiri."
"Hanya Tiffany putriku, anak itu sudah kuanggap mati!"
"Nur-"
"Paman, sudah-sudah," Egwin melerai perdebatan suami-istri ini. "Kalian bicarakan di rumah saja, agar Afrinda tidak mendengar perdebatan kalian. Pulanglah," usirnya ha…
Cinta Pilihan Mas Duda
Menolak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments