Kekesalan Gharda menghilang begitu saja setelah Afrinda memanggilnya sayang, walaupun masih terdengar gugp hatinya merasa bahagia tersenyum memarik istrinya dalam pelukannya. "Wajahmu sampai merona begitu, hais-" Gharda menoleh hidung istrinya. "Kamu harus terbiasa memanggilku seperti itu terus setiap waktu."
"Setiap waktu?" Afrinda menengadah ke wajah suaminya. "Yang benar saja," masih tidak percaya dengan permintaan Gharda.
"Memang kenapa? Itu tandanya kita itu saling menyayangi dimana pun kita berada, begitu," terang Gharda menggoda.
"Di depan orang tua kita juga? Segan."
"Tidak ada segan-segan, intinya mulai detik ini kita harus membiasakan panggilan sayang, tidak ada bantahan-" Gharda memdekati wajah Afrinda meniup telinga Afrinda yang kegelian menjauh. "Hah, dia bangun lagi'kan. Mandi sana."
"I-iya, iihh!" Afrinda terbirit-birit melihat benda pusaka milik Gharda berdiri dari dalam celana jarak dekat.
"Istriku masih pemalu," gumam Gharda gemas sendiri tersenyum-senyum.
Meraih ponselnya dari atas nakas mengecek notifikasi, ini dia yang ditunggu-tunggu. "Baiklah kami akan segera kerumah sakit, tolong atur segalanya," balasnya menggunakan pesan suara terkirim pada nomor kontak yang diberikan nama 'Juardan' itu.
Sesampainya di lobbi rumah sakit Gharda membukakan pintu untuk istrinya mempersilakan keluar menyambut seperti seorang permaisuri menggandeng posesif menunjukkan kepemilikannya, tanpa menunggu antrian langsung masuk ke dalam ruang dokter yang menanganinya.
"Kitu buka pelan-pelan ya, kalau ada rasa perih itu hal biasa."
"Baik, Dokter." Gharda menarik napas dalam-dalam sementara Afrinda menyemangati merangkul bahunya.
Dokter itu duduk di kursi kerjanya setelah selesai membuka perban, Afrinda membantu suaminya memakai kemeja duduk dihadapan dokter.
"Kita akan lihat hasil scan-nya." Membuka amplop menyerahkannya pada si pasien. "Tidak ada infeksi, semuanya normal, kulit anda sangat meresap obat sehingga mempercepat proses pemulihan. Karat dari peluru itu tid…
Cinta Pilihan Mas Duda
Ayah Sadar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments
Suyadi Yadi
bagus moga ayah Danu cepat sadar dan membela putri kandungnya
2023-05-16
1
Widya
lanjuut
2023-05-15
0