"Ardan, ayok kita pulang."
Dengar balasan Afrinda, tersenyum ironi dia enggan menjawab ungkapan perasaannya.
Gerimis kecil turun membuat keduanya masuk kembali ke dalam mobil, tempat ini sepi dan awan langit yang berganti menjadi gelap. Semuanya tidak lagi bicara masih fokus dengan pikiran masing-masing, sesaat bergeming menoleh ke luar jendela sepertinya bukan jalan pulang. Kemana lagi dirinya akan dibawa?
"Dan, kita mau kemana lagi?" tanya Afrinda.
Ardan masih berkuat dengan kemudinya, mencengkram menahan emosi marah karena ditolak. Bukannya menjawsb justru semakin menginjak pedal gas menambah kecepatan.
"Ardann!! Jangan seperti ini, kita bisa tabrakan. Pelankan mobilnya, Dan!" Sungguh Afrinda dilanda panik luar biasa mengencangkan tali pengaman yang melilit tubuhnya, mengguncang tangan Ardan meneriaki dengan suara sekencang mungkin agar menurunkan kecepatan mobil.
Telinganya seolah tidak mendengar, hatinya tidak peduli dengan wajah panik itu, guncangan di tangannya tidak seberapa, Ardan semakin menggila melakukan aksi yang sangat membahayakan keselamatan mereka berdua.
Jantungnya berdegup kencang setiap kali mobil menyelip berpapasan dengan truk muatan besar sekali pun itu, berteriak minta tolong ke arah luar tetapi arah jalanan sudah semakin lengang bukan jalan pintas yang ramai.
"Arddhann,,,berhentii!!" Menangis badannya gemetar membayangkan sesuatu terjadi pada mereka.
Badanya berguncang ke kiri dan ke kanan keningnya membentur jendela pintu.
Cccitttt!!
"Aaaaaahhkl,,,!"
Suara benturan mobil bagian depan badan terguncang ke dashboard mobil, Afrinda meringis kesakitan Ardan tertawa ringan.
"Ma-masih hidup?" cicit Afrinda merasakan sakit luar biasa di kepalanya. Membuka matanya perlahan yang terpejam mencubit lengannya sendiri, sakitnya seperti terasa ini bukan mimpi dan bola matanya berputar memperhatikan lamat-lamat masih di tempat yang sama. Mengangkat kepalanya perlahan posisi duduk menoleh ke samping Ardan juga masih selamat seperti tidak terjadi apa-apa ter…
Cinta Pilihan Mas Duda
Cinta Ditolak, Ardan Bertindak!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments
Asyatun 1
lanjut
2023-02-23
0