"Saya yang akan bawa dia ke rumah sakit, saya temannya." Ardan meyakinkan warga sekitar yang melihat kejadian pingsannya Afrinda.
Menggendong memasang sabuk pengaman meneliti wajah pucat Afrinda. "Kau pasti kelelahan menghadapi semuanya, Frind. Maaf," lirihnya merasa bersalah karena dari dirinya lah awal nama Afrinda menjadi buruk di sekolah tempat mengajar.
Enggan membawa ke rumah sakit yang ada Gharda di sana, memutar kemudi mobil membawa ke lain arah rumah sakit yang masih terletak di kota yang sama.
Membantu para petugas mendorong Afrinda masuk ke dalam ruangan, salah seorang dokter cepat-cepat menghampiri pasien masuk menjalankan shiftnya.
Egwin mencemaskan keadaan Afrinda, ini bukan pasien sembarang pasien. Dengan gerakan hati-hati mendengar detak irama jantung melalui stetoskop dipasang di telinga, menggeser benda bulat pipih ke sekitaran area jantung. Memompa tekanan darah, memeriksa suhu tubuh menempelkan ounggung tangannya, memasang infus mengisi cairan penambah tenaga.
Kelelahan yang mengakibtkan daya tahan tubuhnya lemah, stres menjadi kurang tidur terbukti dengan matanya melukis kantong hitam.
"Saya memberikan sedikit dosis obat tidur, pasien kelelahan butuh istirahat." Suster perawat mengangguk paham dan mencatatnya, kemudian membuka pintu berlalu keluar tersenyum sekilas pada Ardan.
Mondar-mandir menunggu keterangan dari dokter, Ardan tergesa memberondong dokter dengan pertanyaan.
Namun respon cara melihat dokter ini padanya membuat keningnya mengerut bingung, "Bagaimana keadaan teman saya, Dokter?"
Pria ini sebenarnya siapa? Bisa mengenal Afrinda dari mana? Dia lebih muda darinya, tampan dan berkarisma. "Dia tidak apa-apa, hanya kelelahan saja. Sekaramg masih belum sadar, biar dia istirahat dulu. Kau mengenali pasien tadi?"
"Sa-saya'kan sudah bilang, saya temannya pasien," Ardan ikut bingung dengan pertanyaan abstrud dokter ini.
"Kalian kenal dari mana?" tanya Egwin mengintrogasi tatapan mengintimidasi.
Ardan sudah kesal menghadapi tingkah konyol…
Cinta Pilihan Mas Duda
Awal Pertemuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments
Asyatun 1
lanjut
2023-02-10
0
Namira
lànjut thor
2023-02-10
0
Reni Anjarwani
lanjut
2023-02-10
0