Jarum jam menunjukkan pukul 21:30 malam Danu turun dari angkot melangkah masuk ke dalam rumah, Tiffany hanya memberi sapa sebisanya karena masih banyak pelanggan yang sedang ia ladeni.
Nurma duduk di atas ranjangnya dengan wajah mengantuk, tetapi suaminya belum pulang membuatnya tidak bisa tidur tenang kepikiran mencemaskannya. Suara pintu kamar dibuka Danu muncul dari balik pintu tersenyum hangat menghela napas lega.
"Mamah menunggku?" Danu merasa bersalah.
Panggilan itu berdesir Nurma berbunga-bunga. "Mandilah dahulu biar kusiapkan makan malam untukmu."
"Tidak usah, aku bisa buat sendiri. Mamah di sini saja dari matanya saja mamah sudah mengantuk."
"Tidak apa. Cepatlah mandi, kutunggu."
Dengan semangat Nurma memanaskan menata makanan di atas meja melengkapi isi piringnya, tidak butuh waktu lama Danu sudah bersiap duduk di meja makan bersama iatrinya menemani.
"Enak?" Nurma tersenyum tulus memperhatikan suaminya yang lahap makan.
Danu asik menguyah memberikan jempolnya.
"Itu masakanku. Rasanya aku sudah lama sekali tidak memasak untuk keluarga kita, aku bahagia bisa memasak lagi dan beraktifitas semaksimal mungkin. Tiffany juga mengatakan kalau masakanku enak," ungkap Nurma berbinar.
Danu yang kelaparan baru menyadari sesuatu, memaksa menyuapi istrinya padahal memang sudah makan tadi. Jadilah sepasang suami-istri ini makan sepiring berdua.
Tiffany tersenyum bahagia, tadinya ingin mengambil air minum dari kulkas kegerahan. Urung tidak mau mengganggu masuk ke kamar warung sudah tutup.
"Pah, hampir setiap hari mengantar herbal-herbal itu, mamah penasaran dari mana asal-muasal papah menjalankan pekerjaan itu?"
Mereka sudah kembali ke dalam kamar, sudah waktunya istirahat malam.
"Dari sesama teman yang kebetulan cari lowongan juga seperti papah, dia kasih aku kesempatan untuk menjual daun herbal itu dan memperkenalkan salah satu keluarga yang menjadi pelanggan tetapku sekarang." Bohong mengarang.
Masih meragukan jawabannya, padahal dari segi logika itu bisa terjadi, ta…
Cinta Pilihan Mas Duda
Mirip
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments