Erangan kesakitan menggema di dalam ruang penyekapan gudang sempit pengap tanpa pentilasi, seseorang diikat dengan rantai yang mengerat kedua tangannya serta mengikat kedua kakinya berdiri bersandar di sebuah tiang.
Cambukan penyiksaan sudah beberapaki melayang di pinggunggung mencetak kebiru-biruan pada permukaan kulit, tinjuan yang menyebabkan mulutnya berdarah, terbatuk-batuk ketika salah satu orang itu menyiramnya dengan abu dari kain karpet usang yang memang disimpan dalam gudang ini.
Dia tidak mau mengaku juga, terpaksa mengulangi tindakan kekerasan bernegoisasi pun juga tidak mau berkata jujur, Rivzal geram dengan pria tua ini.
"Bu-bun-uh ak-aku sekar-rang juga-uhuk-uhuk! Samp-ai mat-mathipun sa-ya tid-ahk-uhhuk-uhhuk akkkan mengaku!" Dewono masih menantang maut diujung nyawanya.
Rivzal tersenyum miring, mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya melemparkannya tepat ke wajah Dewono. "Sebenarnya saya sudah tahu siapa yang menyuruhmu pria tua, hanya saja, saya mengetes, kau sangat setia kepadanya! Cih, lugu sekali dirimu!" Mata Rivzam sangat tajam menusuk jantung Dewono.
"Kak-kau, ahkk!" Dewono ketakutan setengah mati ketika Rivzal mendekat ke arahnya. Tangan Rivzal meraih foto yang dilemparnya tadi lalu menunjukkanya di arah mata Dewono. "Tidakk!"
"Ini masih foto pertama, jangan langsung ciut begitu. Kau harus lihat foto-foto selanjutnya." Rivzal menyeringai devil.
"Kau yang melak-ukan ini, hahh!?" serunya napas terengah.
Mendengar itu Rivzal tertawa terbahak-bahak, aura iblisnya sudah kembali setelah beberapa tahun ia tidak menunjukkan kepada siapa pun. Jika Gharda mengetahui ini, pasti bosnya itu akan memarahinya habis-habisan. Sebab dalam perjanjian kerja mereka tertulis, Rivzal tidak boleh berhubungan lagi dengan lagi dengan dunia bawah tanah bersama klan preman, surat itu bertanda tangan dirinya dan ayahnya juga. Tetapi itu tidaklah mudah, dia sembunyi-sembunyi untuk mengawasi klan premannya. Tapi maaf untuk kali ini ia akan terang-terangan, demi keselamat…
Cinta Pilihan Mas Duda
Siasat Rivzal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments