Ruang rapat itu dipenuhi suara rendah dari obrolan para anggota OSIS dan MPK. Di tengah ruangan, sebuah meja bundar besar menjadi pusat perhatian. Di sekelilingnya duduk belasan siswa dengan berbagai ekspresi—ada yang serius, ada yang gelisah, dan ada pula yang hanya berusaha terlihat sibuk dengan catatan mereka.
Di ujung meja, Alastar duduk dengan postur santai namun tetap menunjukkan wibawa sebagai ketua MPK. Tatapannya sesekali melintas ke arah Frasha, ketua OSIS, yang duduk di seberangnya. Gadis itu tampak tenang, seperti biasa, dengan tatapan dinginnya yang membuat siapa pun enggan berbicara lebih dari yang diperlukan.
Ilva, sahabat Frasha, duduk di sisi lain meja. Namun, tidak ada keakraban yang biasa terlihat antara keduanya. Beberapa hari terakhir ini, ada jarak yang sulit dijelaskan antara mereka, dan hal itu tidak luput dari perhatian Alastar.
“Baik, kita mulai saja,” Frasha membuka pertemuan dengan suaranya yang tegas. Ia meletakkan kedua tangannya di atas meja, pandangannya melingkari seluruh ruangan. “Agenda rapat hari ini adalah pembahasan final untuk acara pekan seni yang akan kita adakan minggu depan.”
Alastar mengangguk ringan. “Kami dari MPK udah menyetujui proposal yang kalian ajukan. Tapi ada beberapa poin yang perlu direvisi, terutama terkait anggaran,” ujarnya sambil membuka dokumen di depannya.
Frasha menatapnya sejenak sebelum merespons. “Anggaran udah kami sesuaikan berdasarkan masukan sebelumnya. Kalau ada keberatan lagi, gue harap kali ini lebih spesifik.”
Nada suara Frasha yang sedikit tajam membuat beberapa anggota lain melirik mereka dengan rasa ingin tahu. Namun, Alastar tidak terlihat terpengaruh. Ia tersenyum kecil, lalu menyodorkan dokumen revisinya ke arah Frasha.
“Coba lihat sendiri,” katanya santai. “Kami hanya ingin memastikan semua transparan.”
Frasha mengambil dokumen itu tanpa berkata apa-apa. Pandangannya fokus pada angka-angka di atas kertas, tetapi Alastar menangkap sedikit ketegangan di wajahnya.
"Tapi, Sha, gue perhatika…
Alastar
Bab 26. Lingkaran yang Retak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments