Angin malam berembus lebih dingin dari biasanya, membawa aroma tanah dan dedaunan basah. Langit gelap bertabur bintang, seolah-olah kota di bawah sana tenggelam dalam lautan cahaya kecil yang berkelap-kelip.
Taksi yang ditumpangi Kayana dan Faldo berhenti di area parkir berbatu. Dari tempat mereka berdiri, pemandangan kota Bandung terhampar luas, membentang tanpa batas.
Kayana turun lebih dulu, kedua matanya menyapu area sekitar. Ia tahu Alastar ada di sini. Bukan hanya karena pelacak di ponselnya, tapi karena ia bisa merasakannya.
Faldo mengikutinya, menyelipkan tangan ke dalam saku celana. Ia masih sedikit kesal karena Kayana diam-diam memantau Alastar selama ini, tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya.
“Di mana dia?” tanya Faldo, suaranya rendah.
Kayana tidak menjawab. Ia hanya berjalan lebih jauh ke tepi bukit. Tempat ini cukup sepi malam itu, hanya ada beberapa pasangan yang duduk di saung kayu, menikmati suasana.
Dan di salah satu sudut, dekat pagar pembatas, tampak sosok yang duduk sendirian di bangku kayu panjang.
Alastar.
Ia duduk dengan kepala tertunduk, sikunya bertumpu pada lutut, dan jemarinya saling bertaut. Rambutnya sedikit berantakan, terbawa angin yang berembus kencang.
Kayana memperlambat langkahnya. Ada sesuatu dalam cara Alastar duduk malam ini yang membuat dadanya terasa berat.
Faldo berdiri di sampingnya, memperhatikan dari kejauhan. “Dia kelihatan kacau,” gumamnya.
Kayana sudah tahu itu.
Ia menghela napas pelan sebelum akhirnya melangkah mendekat.
Langkah kakinya terdengar samar di atas tanah berbatu, tapi cukup bagi Alastar untuk menyadarinya.
Laki-laki itu tidak langsung menoleh. Ia hanya menarik napas panjang, seolah sudah tahu siapa yang datang. Lalu perlahan, ia mengangkat kepala dan menoleh ke samping.
Mata mereka bertemu.
Tatapan Alastar kosong, lelah. Tidak ada kemarahan di sana—hanya kehancuran yang sulit dijelaskan.
Kayana berdiri beberapa langkah darinya, membiarkan keheningan mengisi jarak di antara mereka. Ia bisa…
Alastar
Bab 89. Bukit Bintang, Bandung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments