Arvin membuka pintu dengan sedikit kasar, langkahnya cepat menuju ruang tengah. Napasnya masih tersengal, bukan karena kelelahan, tapi karena dadanya penuh sesak oleh sesuatu yang mendidih di dalam sana.
"Mama!" serunya, suaranya menggema di dalam rumah yang terlalu besar untuk hanya ditinggali mereka berdua.
Dari dapur, seorang wanita setengah baya melangkah masuk, ekspresi lembutnya berubah begitu melihat wajah putranya yang penuh dengan sesuatu yang tak bisa ia pahami.
"Ada apa, Arvin?" tanyanya.
Arvin menelan ludah. "Alastar ada di Bandung sekarang," katanya tanpa basa-basi.
Sejenak, hanya ada keheningan. Lalu, raut wajah Mamanya berubah drastis—tidak hanya terkejut, tetapi juga panik. Tangannya langsung meremas sisi bajunya sendiri, dan matanya menatap putranya penuh kecemasan.
"Dari mana kamu tahu?" suara itu terdengar tajam, lebih seperti tuntutan daripada pertanyaan.
Arvin menggeleng, mengangkat bahu dengan gerakan kasar. "Bukan itu yang penting, Ma. Bukankah ini kesempatan bagus?" Nada suaranya naik. "Aku bisa melihat mereka langsung. Aku bisa melihat saudara-saudaraku tanpa harus mencari tahu lebih jauh lagi, tanpa harus bersembunyi lagi!"
Mamanya membeku. Lalu, tiba-tiba ekspresi paniknya berubah menjadi sesuatu yang lebih dingin—lebih keras. "Tidak!"
Arvin terkesiap. Ia menatap Mamanya, mencari sesuatu di matanya, sesuatu yang bisa menjelaskan ketakutan yang tiba-tiba begitu nyata di wajahnya. "Kenapa?" suaranya bergetar. "Kenapa tidak boleh, Ma?"
Mamanya menghela napas panjang, menekan pelipisnya. "Arvin, kamu tidak mengerti. Kamu dan mereka… berbeda. Dunia kalian tidak sama."
"Beda apanya?" suara Arvin kini penuh dengan kemarahan yang tertahan. "Apa salahnya kalau aku bertemu mereka?"
Mamanya mengalihkan pandangan, seperti menolak menjawab pertanyaannya. Tapi Arvin tidak menyerah.
"Alastar itu saudaraku, Ma!" suaranya pecah, matanya memerah karena emosi yang sudah ia pendam terlalu lama. "Kenapa aku nggak boleh ketemu dia? Kenapa aku nggak boleh bilang…
Alastar
Bab 83. Kenyataan yang Menyakitkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments