Alastar mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang nyaris tak terkendali. Tangannya menggenggam kemudi erat, rahangnya mengatup kuat. Jalanan Bandung di malam hari dipenuhi lampu-lampu kota yang berpendar indah, tapi di matanya, semuanya terasa buram.
Amarah itu masih membara di dadanya. Kekecewaan mengalir deras, menyisakan sesak yang hampir membuatnya gila.
Tadi siang, ia akhirnya menemukan tempat persembunyian ayahnya. Sebuah rumah besar yang tersembunyi di antara deretan hunian mewah. Dan ketika seorang wanita setengah baya membukakan pintu—wanita yang sempat nyaris tertabrak oleh mobil bodyguard-nya—Alastar langsung tahu bahwa semua kecurigaannya benar.
Ayahnya bersembunyi di sini. Dengan keluarga barunya.
“Ini istri keberapa?” tanyanya dingin, menatap wanita itu dengan sorot mata tajam.
Wanita itu membeku, jelas tak siap menghadapi pertanyaan semacam itu.
Berapa lama mereka hidup tenang di sini, sementara ia dan bundanya ditinggalkan begitu saja?
Dan ketika akhirnya ayahnya muncul di ruang tamu, bertanya siapa yang datang, Alastar merasa darahnya mendidih.
Suara itu. Suara yang dulu begitu ia hormati.
Tanpa ragu, ia menerobos masuk.
Mata mereka bertemu.
Dan di sanalah segalanya terbongkar.
Alastar mengamuk. Kata-kata yang selama ini tertahan akhirnya keluar. Tentang kepergian bundanya, tentang bagaimana ayahnya tak pernah mencarinya, bahkan tidak tahu bahwa wanita yang dulu ia tinggalkan kini telah tiada.
Dan saat ayahnya hanya terdiam, tanpa ekspresi penyesalan sedikit pun—Alastar merasa seluruh dunia yang ia kenal runtuh.
Sekarang, di dalam mobilnya, ia menggeram frustrasi, menghantam setir kuat-kuat.
Brak!
Sakit merambat di tangannya, tapi itu tak sebanding dengan luka di dalam dadanya.
Ia ingin membenci laki-laki itu.
Tapi kenapa tetap ada bagian dari dirinya yang mengharapkan jawaban?
Mengapa ia masih menginginkan alasan?
Mobilnya melaju melewati jembatan layang, lampu-lampu kota berkelip di bawahnya. Malam ini dingin, tapi hatinya jauh lebih beku.
Dan un…
Alastar
Bab 88. Langit Malam dan Luka yang Menganga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments