Di dalam mobil yang melaju di jalan tol, Alastar menatap kosong ke luar jendela. Langit di luar mendung, seolah mencerminkan perasaan yang berkecamuk di dalam dirinya.
Dua bodyguard ayahnya duduk di depan, mengobrol dengan suara pelan. Mereka tahu Alastar sedang tidak ingin diganggu. Di pangkuannya, ada tiket pesawat dan boarding pass yang ia genggam erat.
"Tuan muda, kita langsung ke bandara?" salah satu bodyguard menoleh ke belakang.
Alastar mengangguk malas. "Langsung aja. Gue mau cepet sampai."
Sebenarnya, sebagian dalam dirinya bertanya-tanya: apa yang akan ia lakukan setelah bertemu ayahnya? Marah? Berteriak? Atau justru membeku karena terlalu banyak hal yang ingin ia luapkan?
Ponselnya bergetar di saku. Ia melirik sekilas. Nomor tak dikenal. Ia mengabaikannya.
Tak lama, mobil berhenti di depan bandara. Tanpa bicara, Alastar turun, menyerahkan koper kecilnya pada salah satu bodyguard, lalu berjalan masuk.
*****
Faldo menutup pesan dari Alarick dengan ekspresi serius. Pikirannya berputar cepat. Ia tahu Alastar keras kepala—jika sudah mengambil keputusan, tidak ada yang bisa menghentikannya. Dan kali ini, Alastar membawa terlalu banyak beban dalam dirinya.
Dengan satu tarikan napas, Faldo menyimpan ponselnya dan bergegas menuruni tangga, menghampiri dua teman barunya di sekolah pertukaran ini. Suasana sekolah di Bandung ini terasa berbeda, jauh dari Malang yang sudah begitu akrab dengannya.
Di kantin, Reza dan Damar sedang duduk sambil membahas tugas mereka. Faldo mendekat, menarik kursi tanpa banyak bicara.
"Bandara di sini rame nggak sih kalau sore?" tanyanya santai, membuka obrolan.
Reza mengernyit. "Hah? Ngapain nanya begitu?"
Faldo mengangkat bahu. "Cuma kepikiran aja. Kalau misalnya ada orang baru datang ke Bandung dan butuh tempat singgah sebentar, biasanya di mana?"
Damar menatapnya curiga. "Lo nungguin tamu?"
"Iya." Faldo memainkan sendok di tangannya, berpura-pura tak terlalu peduli. "Tapi kalau gue butuh pergi ke bandara sepulang sekolah, itu bakal la…
Alastar
Bab 81. Banyak Luka dari Bandung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments