Falleo keluar dari ruang OSIS dengan napas yang sedikit berat. Kemeja seragamnya terlihat sedikit kusut, dasinya longgar, dan rambutnya berantakan karena sering dikebas-kebaskan dengan frustasi.
Sejak ketua OSIS mereka mengikuti program pertukaran pelajar ke Bandung, dan wakilnya sudah lama dikeluarkan dari sekolah karena masalah pribadi, semua beban kepengurusan jatuh ke tangan Falleo.
Sebagai Sekretaris OSIS, ia sudah tahu ini akan terjadi—pekerjaan bertumpuk, acara-acara yang harus tetap berjalan, dan segudang dokumen yang menuntut tanda tangannya.
Tapi tetap saja, hari ini terasa lebih melelahkan dari biasanya.
Ia berjalan melewati koridor sekolah, melepas napas panjang, sebelum suara seseorang menghentikannya.
"Lo habis dari ruang OSIS lagi?"
Falleo menoleh. Barram dan Alarick sudah berdiri di dekat tangga, masing-masing membawa botol minum sehabis dari lapangan basket.
"Lo kira gue dari mana? Surga?" Falleo mendesis, membuat kedua temannya tertawa pelan.
"Jadi gimana? OSIS aman?" tanya Alarick, meski nadanya lebih seperti menggoda.
Falleo mendengus. "Lo tahu rasanya jadi kapten kapal yang ditinggal nakhodanya? Begitu, Rick. Semuanya berantakan, kerjaan numpuk, dan nggak ada yang bisa gue andalkan."
Barram terkekeh, menepuk bahu Falleo. "Sabar, bro. Denger-denger OSIS bakal milih ketua baru. Lo nggak mau maju aja?"
Falleo menatapnya seolah temannya itu baru saja menyarankan sesuatu yang absurd. "Gue? Maju? Mending gue lompat ke jurang."
Alarick tertawa. "Berarti bener, kan? Lo bakal dipaksa naik jabatan."
Falleo hanya menggerutu, sebelum akhirnya duduk di bangku panjang dekat koridor. "Gue kangen Alastar sama Faldo."
Pernyataan itu membuat keduanya terdiam sejenak. Bukan hanya Falleo, mereka semua merasakannya.
Barram membuang napas, menatap langit siang yang mulai mendung. "Alastar kapan balik?"
Nggak ada yang menjawab.
Di antara semua kesibukan, di antara semua orang yang datang dan pergi, nama itu tetap ada di kepala mereka. Alastar.
Dan entah kenapa, mereka…
Alastar
Bab 86. Masa lalu tidak pernah benar-benar hilang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments