Lalu lintas Kota Malang sore itu cukup padat, kendaraan beriringan di sepanjang jalan, sementara langit mulai berubah warna keemasan. Di dalam sebuah mobil hitam yang melaju dengan tenang, Alastar duduk di kursi belakang, bersandar dengan posisi yang tampak nyaman, meski pikirannya jauh dari kata tenang.
Tatapannya menerawang keluar jendela, memperhatikan jalanan kota yang sudah begitu akrab di matanya. Ruko-ruko yang berjejer, warung kecil di pinggir jalan, serta keramaian yang biasa ia lihat setiap hari. Namun, di tengah semua itu, matanya tiba-tiba menangkap sosok yang begitu familier.
Ilva.
Gadis itu sedang berjalan seorang diri di sekitar Alun-Alun Merdeka Malang, mengenakan pakaian kasual dengan rambut tergerai. Ia tampak sibuk dengan ponselnya, sesekali menoleh ke sekitar seolah mencari sesuatu.
Alastar refleks bersuara. “Berhenti.”
Bodyguard yang menyetir sedikit terkejut. “Tuan muda, kita harus segera pulang—”
“Berhenti.” Kali ini suaranya lebih tegas.
Mobil pun melambat, menepi di bahu jalan. Begitu kendaraan berhenti sempurna, bodyguard segera turun untuk membuka pintu belakang, tetapi Alastar sudah lebih dulu berusaha keluar, meski kakinya belum sepenuhnya bisa berjalan tanpa bantuan alat.
“Tuan muda, Anda belum boleh terlalu banyak bergerak—”
“Aku bisa sendiri.” Alastar berkeras, meski rasa nyeri di kakinya masih terasa.
Namun, melihat Alastar tetap memaksa, bodyguard akhirnya turun tangan, menopangnya dengan hati-hati agar tidak kehilangan keseimbangan. Langkah Alastar tertatih, tapi matanya tetap fokus ke arah Ilva.
Ilva masih belum menyadari keberadaannya, sampai akhirnya Alastar berdiri cukup dekat dan bersuara, “Ilva.”
Gadis itu sontak menoleh, matanya membesar saat melihat siapa yang memanggilnya. “Alastar?”
Alastar menarik napas dalam. Ada sesuatu yang harus ia tanyakan—dan ini bukan sekadar pertemuan biasa.
****
Matahari mulai meredup di ufuk barat, langit Bandung perlahan berubah jingga. Angin sore berhembus lembut, menyapu wajah Kayana yang be…
Alastar
Bab 75. Dengan Ilva
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments