Saat itu, ponsel Alastar berbunyi lagi. Kali ini bukan pesan dari grup, melainkan telepon dari Alarick. Alastar menghela napas, merasa sedikit terkejut. Ia tidak merasa perlu berbicara dengan siapa pun saat ini. Namun, mungkin ini kesempatan untuk berbagi keresahan, meski hatinya masih berat.
“Hallo?” Alastar mengangkat telepon, suaranya terdengar lebih lelah dari yang ia duga.
“Star, lo di mana?” tanya Alarick, suara tegas namun penuh perhatian terdengar di ujung telepon.
“Di bukit,” jawab Alastar singkat, mencoba menyembunyikan rasa cemas yang mulai menjalar ke dalam dirinya.
“Lo sendiri?” Alarick bertanya lagi, meskipun jawabannya sudah jelas.
“Iya,” jawab Alastar, menghela napas panjang. “Gue cuma butuh waktu sendiri, Rick. Kayana nggak ada di sini.”
“Apa lo mau gue ke sana?” tanya Falleo melalui ponsel Alarick yang sedang diputar di speaker, suaranya serak penuh kecemasan yang terdengar di setiap kata yang diucapkannya.
“Nggak usah. Gue akan cari dia besok lagi, biar gue sendiri yang nyari. Kalian semua balik aja ke rumah. Kalau gue bener-bener butuh bantuan, gue bakal kasih kabar,” jawab Alastar dengan tegas, meskipun hatinya terasa berat.
Mereka terdiam beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk, meski hanya terdengar lewat telepon. “Oke, kalau lo butuh apa-apa, kasih tahu aja.”
Alastar mendesah, mendekap ponselnya, lalu menatap langit malam yang gelap melalui kaca jendela mobilnya. Ia tahu besok harus melanjutkan pencariannya, meskipun hatinya terasa semakin kosong. Namun, untuk saat ini, ia merasa lebih baik jika semuanya dibereskan sendiri.
****
Malam itu, udara terasa sejuk di luar rumah Frasha. Alarick tiba dengan motor sport kesayangannya, meski jalanan sedikit sepi dan angin yang berhembus membawa suasana tenang. Ia menurunkan helm dari kepalanya, menarik napas dalam-dalam, dan melangkah ke depan pintu rumah Frasha. Tanpa mengetuk, ia membuka pintu pagar yang selalu sedikit berderit saat dibuka.
Begitu memasuki rumah, ia melihat Frasha sudah duduk di r…
Alastar
Bab 43. Malang, Kota dengan Segala Keresahan Penduduknya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments