Suasana di dalam mobil terasa mencekam. Tidak ada yang berbicara. Hanya suara mesin dan sesekali bunyi klakson kendaraan lain di luar sana yang terdengar.
Alastar duduk di kursi belakang, diam tanpa suara. Pandangannya kosong, menatap lurus ke luar jendela. Tangannya mengepal di atas lutut, napasnya teratur, tetapi tidak ada kehidupan di dalamnya.
Barram yang duduk di sampingnya beberapa kali melirik ke arahnya, tapi tidak berani berkata apa-apa.
Alarick, yang menyetir, hanya fokus ke jalan, tetapi tatapannya kosong, pikirannya melayang entah ke mana. Tangannya menggenggam kemudi dengan kencang, buku-buku jarinya memutih. Ia tidak berani melihat ke kaca spion, karena ia tahu, ia akan melihat Alastar di sana.
Falleo, duduk di kursi depan, menatap ke luar jendela. Sesekali matanya terpejam, seakan mencoba menenangkan diri. Namun, cengkraman tangannya pada celana seragamnya memperlihatkan bahwa ia sedang menahan sesuatu.
Mereka semua tahu, ini bukan saatnya untuk berbicara.
Mereka hanya bisa ada di sini, menemani Alastar dalam perjalanan yang terasa begitu panjang, meski sebenarnya jarak ke rumah sakit jiwa itu tidaklah jauh.
****
Saat mobil berhenti di depan rumah sakit jiwa itu, Alastar turun lebih dulu.
Kakinya terasa berat.
Ia masih memakai penyangga kaki, tetapi langkahnya seakan kehilangan keseimbangan.
Alarick, Falleo, dan Barram hanya bisa mengikuti dari belakang, tanpa berkata-kata.
Mereka memasuki gedung itu dengan perasaan yang sama—sesak, dingin, dan tidak percaya.
Di ujung lorong, seorang dokter sudah menunggu.
"Alastar..." suara dokter itu terdengar pelan, penuh kehati-hatian.
Alastar berhenti di depan dokter itu.
"Bisa kita bicara sebentar di ruangan?" tanya dokter itu.
Alastar tidak menjawab.
Tatapannya kosong.
Namun, langkahnya tetap maju, mengikuti dokter itu masuk ke sebuah ruangan kecil.
Di belakangnya, Alarick, Falleo, dan Barram mengikuti.
Dokter itu duduk di kursinya dan menatap Alastar dengan sorot mata iba.
"Bundamu ditemukan meninggal pagi tad…
Alastar
Bab 79. Runtuhnya Tiang Hidup
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments