Arvin melangkah menuju ruang kepala sekolah dengan pikiran yang mulai dipenuhi berbagai kemungkinan. Informasi yang baru saja ia terima cukup mengejutkan—program pertukaran pelajar dengan SMAGA akan segera berlangsung, dan siswa dari sekolah itu akan segera tiba.
Begitu sampai di depan ruangan, ia mengetuk pintu.
"Silakan masuk," suara kepala sekolah terdengar dari dalam.
Arvin membuka pintu dan masuk, menemukan kepala sekolah tengah berbicara dengan seorang guru. Di meja, beberapa dokumen tersusun rapi, tampaknya berkaitan dengan administrasi program pertukaran pelajar.
"Silakan duduk, Arvin," ujar kepala sekolah sambil mengisyaratkan kursi di depannya.
Arvin duduk dengan tenang. "Saya dengar ada siswa dari SMAGA yang akan ikut program pertukaran pelajar di sekolah ini?"
Kepala sekolah mengangguk. "Benar. Mereka akan berada di sini untuk beberapa waktu. Kami ingin memastikan mereka bisa beradaptasi dengan baik."
"Saya bisa membantu dalam hal penyambutan dan pendampingan mereka," tawar Arvin.
"Itu sangat kami harapkan. OSIS perlu menyiapkan orientasi singkat, pengenalan fasilitas sekolah, dan memastikan mereka merasa nyaman."
Arvin mengambil salah satu berkas di atas meja dan membacanya sekilas. Beberapa nama siswa SMAGA tertera di sana. Salah satu nama membuatnya berhenti membaca sejenak.
Frasha.
Ia mengangkat sedikit alisnya, tapi dengan cepat menyamarkan ekspresi.
"Kapan mereka akan datang ke sekolah ini?" tanyanya.
"Minggu depan. Kami ingin OSIS mengatur acara penyambutan kecil di aula sekolah."
Arvin mengangguk. "Baik, saya akan membahas ini dengan anggota OSIS dan memastikan semuanya berjalan lancar."
Setelah beberapa diskusi tambahan mengenai teknis acara dan pembagian tugas, Ravin akhirnya keluar dari ruangan dengan pikiran yang lebih sibuk dari sebelumnya.
****
Sore menjelang ketika Alastar duduk di dalam mobil, menatap jalanan Malang yang sibuk di luar jendela.
Di kursi kemudi, Alarick mengendarai mobil dengan fokus penuh. Barram duduk di sampingnya, sesek…
Alastar
Bab 72. Sesuatu yang Tidak Bisa di Paksa, Perasaan.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments