klara berhenti menepi setelah merasa jaraknya agak berjauhan dengan fabian, di sana ia merenung sendiri merasa dunia tidak adil padanya setelah kehilangan cinta pertamanya dan tertaut pada pria masa lalunya merajut untuk mencapai masa depan bersamanya kini runtuh seketika. Klara berteriak melepas rasa sesak di dadanya sambil menangis
"aaaaaaaaaaaa.... ya allah, kenapa kau ambil semua kebahagiaanku? dan kenapa kau berikan secara berturut-turut setelah ku berharap bahwa ia satu-satunya duniaku." tangis klara semakin kencang hingga tidak menyadari ada yang mendengarkan semua keluhnya.
"klara (mendekat ragu), jangan terus bersedih untuk sesuatu hal yang sudah allah beri dihidupmu. Bukan allah yang tak adil, hanya saja kamu terlalu kecil untuk paham dunia ini. Pernah tidak bahwa dengan kamu berharap pada makhluknya lalu allah cemburu?"
Yang ditanya bergeleng kepala karena masih sulit mencerna kalimat tersebut.
"Tadi kamu berucap bahwa berharap dia satu-satunya duniamu, berarti hampir kamu menyekutukanNYA sedangkan semua nikmat yang selama ini dirasakan adalah pemberianNYA. Harusnya kamu bersyukur diperlihatkan secepat ini sebelum terlanjur terlalu dalam." Gantara menepuk pundak klara untuk menenangkannya.
"iya aku salah, kemarin terlalu bergantung kehidupanku kepada fabian. Dia hadir kembali di saat yang tepat, saat duka kehilangan papahku. Aku merasa tidak ada harapan hidup kembali karena terlalu dekat dengan papah tapi dia memberi harapan indah untuk mengajak bangkit menjalani hidup. Terimakasih yah pak atas nasihatnya maaf untuk hari ini masalah perhutangan harus tertunda."
"Pak? ayolah anak kecil kau kan tahu namaku, aku tidak setua itu. Sekarang mari pulang sudah terlalu sore, nanti mamahmu mencari. Saya sedang berbaik hati jadi masuklah dalam mobilku, kuantar selamat sampai tujuan."
krukkkk... bunyi perut klara yang terdengar oleh keduanya lalu tertawa.
"ternyata habis menangis anak kecil ini sekarang minta di isi perutnya, baiklah sebelum pulang kita mampir beli n…
Anak Tengah
Anak kecil cengeng
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments