"pah sudah kubilang biarkan aku sendiri yang menuntaskan anak kecil itu." ucap gantara pada pria di ujung telepon
"kamu tuh pria jantan tapi otakmu terlalu lama untuk membereskan kutu-kutu begitu, papah gak mau terlalu lama melihat calon mantuku tersiksa. Sekarang lanjutkan dan ambil kembali puteri papah! jangan sampai kamu tertinggal selangkah lagi oleh sainganmu berikutnya! " peringatan tegas untuk gantara yang membuatnya berpikir siapakah lagi saingannya. Itu hanya trik papahnya agar anak prianya cepat melangkah karena sudah bertahun lamanya menunggu cinta sejatinya.
"araaa...." ucap haru melihat calon mantunya pulang sekolah, yang sebentar lagi akan menyandang mantan calon menantu. klara kaget dengan kedatangan kedua orangtua fabian di rumahnya, bukan mereka yang diharapkan untuk menjelaskan semuanya. Orangtua fabian tidak bersalah jadi klara menurunkan ego emosinya dan tetap hormat pada rekan sahabat dari almarhum papahnya.
"Ada apa tante dan om datang ke sini?" klara melirik mamahnya yang berada di hadapannya untuk mencari tahu jawabannya.
"tante? om?? panggil kami ayah dan bunda seperti dulu ra, sebelumnya maafkan perlakuan anak kami sungguh ini di luar skenario pernikahan kalian, dan kami pun tidak tahu bahwa masa lalu fabian dengan wanita masa kecilnya akan datang kembali. sungguh maafkan kami klara." ucap bunda sambil mengusap pipi klara.
"Baiklah, ayah bunda di sini klara juga tak paham atas semuanya hanya saja terlalu shock melihat semuanya beruntut terjadi terlebih fabian menutupi semuanya, andai saja lebih awal ia menceritakan mungkin ara tidak semarah ini melihat dia datang kembali. Tapi, maaf dengan sangat dengan apa yang sudah fabian dan wanita itu lakukan di hari ini klara menyerah untuk melanjutkan semuanya." klara menyapu butiran air mata yang mulai menetes di pipinya. Mamah klara pun mendekati anak tengahnya untuk menguatkan pundaknya dan hatinya yang sudah luka terlalu dalam sampai sulit meneruskan pembicaraannya.
"Mas, mba sebaiknya pulanglah…
Anak Tengah
Selesai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments