"Mas apa betul kamu sudah tidak ada perasaan pada cindy?"
"Apa yang kamu khawatirkan sebenarnya dengan langkahku sampai bertanya begitu?"
"Aku hanya penasaran saja kenapa bisa mas bertemu lagi dengannya kemarin, apakah betul hanya ketidaksengajaan atau memang mas tahu kalau dia ada di kota itu? Lalu kenapa mas masih peduli padahal dulu ia berkhianat, bahkan sampai melupakan calon istrimu." Klara berbicara lirih sambil membuang muka ke arah jendela
Melihat klara membuang mukanya, membuat gantara segera menepikan mobilnya.
"sayang jangan merajuk kembali, aku sudah menahan rindu sejak kemarin jadi tersenyumlah. Percayalah padaku, aku tidak akan berkhianat seperti yang lainnya. Harus selalu kamu ingat bahwa untuk mendapatkanmu seperti ini butuh waktu bertahun lamanya sayang. Hubunganku dengan cindy sudah usai sebelum kita sedekat ini, kemarin hanya suatu kebetulan dan empati sebagai makhluk sosial saja apalagi aku memang kenal." Gantara menangkup pipi putih klara
"Seandainya itu adalah aku dan ada pria lain yang menolong bagaimana perasaanmu?"
"Kalau kamu tanya aku sebagai suami, akan sangat berterimakasih pada yang menolongmu dan menyelamatkan buah hati kita. Aku sudah tidak peduli lagi dengan cemburuku asal kalian berdua selamat." Kini gantara mengelus rambutnya dan menyelipkan anak rambut ke telinga klara.
"Massssss tapiiii...."
Belum selesai rengekan klara, gantara sudah membungkam dengan kecupan hangatnya agar ia berhenti khawatir dan bertanya tidak masuk akal kembali.
"Massssss ... jangan curang!! Kalau aku lagi marah, merajuk, jangan begini dong. Lagi pula kau mencurinya sebagai yang pertama." Klara malu bersemu merah pipinya.
Gantara tidak menjawab ia hanya tersenyum melihat tingkah calon istrinya dan kembali melanjutkan perjalanan.
Selesai memilih perhiasan untuk acara esok, mereka lanjut mencari hantaran sebagai pelengkap acara.
"Mas tunggu sini yah, jangan masuk biar aku saja."
"Mas sudah pernah masuk ke toko begini sayang, terakhir kan membelikan piyama mu.…
Anak Tengah
Tidak masuk akal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments