Klara tetap mengikuti akademik di universitasnya walau dalam keadaan sedih dan malu. Sedih karena masalalunya terus mengganggu dan berpikiran miring tentangnya, padahal fabian lebih mengenal banyak tentangnya dan bertumbuh menjadi remaja bersama. Malu karena semua orang tetap melihatnya buruk saat berjalan dengan gantara walau semua berdiam diri saat di depannya dan melihat ia berjalan dengan dosen tersebut yang takut ancaman saat tadi pagi.
"Ra, sudah jangan nangis terus nanti kamu sakit kepalanya loh belum meler tuh hidung jelek ihh.." ledekan kimi membuat senyum klara. Klara hanya mengangguk dan mencoba menenangkan diri agar tidak sedih berkepanjangan.
"Kalau kamu sedih nanti banjir, udah deh mending beres kuliah hari ini kita ke rumahmu bungkus baso mas yono yuk! udah lama banget kita gak makan baso itu. Nah beres makan kita salon-salonan lagi, ilmu beauty mu belum beres semuanya loh ceceu klara." gaya centil kimi keluar menghibur klara dan sepakat untuk melakukan kegiatan yang sudah lama mereka lupakan semenjak sibuk menjadi mahasiswi baru.
"Makasih kimi udah selalu ngerti apa mauku, nanti antar aku ke ruangan pak gantara yah mau izin dulu biar pulang bareng kamu, Hp nya mati jadi gak bisa dihubungi."
"ceilehhhh pak ceunah gais. hahahah formal amat neng! bebeb gituloh. Tapi ra, hari ini mobilku di bengkel paling kita naik angkot aja yah mengenang zaman dulu. gimana?"
Klara sepakat dengan ajakan kimi, lalu melanjutkan kembali tugas diskusi kelompoknya agar mereka segera pulang ke rumah.
"Permisi pak..." klara mengetuk pintu ruangan gantara
"Ya, masuk! loh sayang, tumben ke sini ada apa? apakah sudah merindukanku? Sini mendekatlah aku rindu wangimu." gantara memeluk klara dan menghirup wangi wanitanya membuatnya menjadi lebih semangat.
"Mas sudah, takut ada dosen lain yang lihat. Hp mas mati jadi aku mau izin ke sini pulang bareng kimi, dia mau ke rumah. Boleh yah?"
"Berdua aja yakin? naik apa? kalau kendaraan umum gak boleh, mukamu aja kaya habis di tonjok warga…
Anak Tengah
Anak kecil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments