"tok.. tokk..klara, boleh mamah masuk?"
"iya mah masuk aja gak dikunci kok." seru klara dari dalam kamarnya.
"ada apa mah? tumben malam begini ke kamar gak biasanya."
"ra boleh mamah bicara serius? maaf sebelumnya mamah baru berani bilang sekarang. Ra, cita-cita kamu setelah lulus sekolah nanti itu meneruskan kuliah kan?"
"iya dong mah, klara ingin mengemban pendidikan biar bisa mewujudkan cita-cita klara yaitu menjadi bisnis women di bidang kecantikan."
"Boleh kalau begitu mamah setuju, tapi sebelumnya mamah dan papah ingin mengenalkan kamu dengan anak kerabat kami yang mungkin saja kalian cocok dan bisa melanjutkan hubungan lebih lanjut."
"mah, jangan bilang ini perjodohan? mah apaan sih ini aku bukan siti nurbaya, umurku masih muda masih banyak juga keinginan yang aku ingin wujudkan." ucap klara dengan nada sedikit tinggi.
"tenang klara gak usah marah dulu, papah sama mamah juga nantinya gak akan maksa kalau memang kamu tidak cocok dengannya. Ini hanya sekedar kenal saja, anggap menyambung silaturahmi karena orangtuanya adalah sahabat mamah."
"emang sahabat mamah yang mana? selama ini klara gak pernah tuh lihat mamah atau papah berinteraksi dengan sahabat. Jangan-jangan yang kemarin mamah ajak ke rumahnya kan? betul itu mah?" tanya klara tegas
"betul sayang, niat kami sudah sedari dulu ketika hamil di tahun yang sama hanya beda beberapa bulan saja."
"Mah, cukup yah! Klara gak mau dengar begituan untuk saat ini, fokus ujian akhir adalah proritasku sekarang. Klara mohon mamah keluar kamar, klara capek ingin istirahat." Ucapan akhir klara membuat mamahnya sedikit sedih dan bingung bagaimana menyampaikan ke kerabatnya. Padahal klara tidak berniat sungguh-sungguh mengusir hanya saja dia menolak untuk membicarakannya lebih lanjut untuk saat ini.
"ahh sial, belum juga beres urusan sekolah udah main perjodohan aja! pusing deh mending tidur."
Keesokan paginya klara datang ke sekolah dengan muka semerawut yang dipandang kimi dengan penuh tanda tanya.
"aduh muka ditekuk ama…
Anak Tengah
Sebuah langkah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments