Kimi dan klara langsung menuju kamar setelah meminta izin pada mamahnya dan gantara. Sedangkan gantara memilih untuk berbincang dengan mamahnya klara. Mereka berbincang hal penting dimulai bagaimana gantara dahulu bisa keluar rumah hingga saat ini sudah memiliki hubungan dengan anak manjanya.
"Oh begitu nak, syukurlah kalian akhirnya bisa bersama. Mamah doakan semoga jalan kalian lancar tanpa hambatan."
"Jadi gimana mah? apakah mamah dan yang lainnya setuju apabila dipercepat?"
"Aturlah sebaik yang kamu mau gantara, mamah hanya menitipkan agar klara dijaga hatinya sepenuh hati."
Setelah puas berbincang dan meminta izin, gantara izin pamit pulang karena hari sudah mulai malam. Dia sengaja tidak berpamitan dengan klara agar tidak mengganggu waktunya.
"Sayangggggg, massss.... kenapa ga pamit sihhh??" klara merengek karena saat turun ke bawah dia tidak menemui pak dosen yang mulai mengisi hatinya.
"coba ngomong sekali lagi, mas gak dengar."
"kenapa ga pamit sih?"
"engga bukan itu, tadi kamu panggil mas apa?"
"sayang!"
"yang manis atuh kaya tadi, manja kaya tadi aku suka. coba ngomong sekali lagi."
"mas sayaaaaangggggg kenapa gak pamit sih?"
"aduhhhh bikin mas gemas ingin cubit pipinya. maaf sayang, mas pikir kan kamu lagi asik bermain dengan kimi jadi gak enak ganggu buat pamit aja."
"oh gitu, kirain mas yang malah marah karena diabaikan dan aku terlalu asik dengan kimi. Sekarang istirahat yah, sudah malam jangan kerja terus kasian matanya."
"Iya sayang sebentar lagi tidur. Kamu tidur duluan ya pakai selimutnya."
Beres memutus sambungan teleponnya klara dan gantara segera menuju tempat ternyamannya dan menuju alam mimpi.
Pagi harinya gantara meminta izin pada papah dan mamahnya ingin melamar klara hari ini, ia sudah tidak sabar menjadikannya istri agar terhindar dari pengganggu lagi.
"lamarlah dengan baik, agar hatinya percaya bahwa kamu tidak akan menyakiti. Tebuslah beberapa tahun kamu melewatinya hingga ia mengalami kesedihan tanpamu."
"Baik pah mah terimakasih sudah…
Anak Tengah
Saya bersedia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments