"Sudah papah bilang kan dari dulu kalau wanita itu b*ad*b, masih saja kau mengelak bahkan bertindak jauh pergi dari rumah."
"Sudahlah pah, dulu aku terlalu naif akibatnya sekarang ia muncul kembali dengan fitnah barunya."
"Perlukah papah turun tangan karena kau tak mampu mengambil kembali calon mantu papah? Awas saja kalau sampai lepas kembali papah tidak akan tinggal diam, papah ingin segera menimang cucu."
"Tenang saja pah, kali ini pun aku tidak akan tinggal diam. Akan kubereskan lebih dulu wanita itu karena curiga tidak mungkin ia berani muncul begitu saja setelah bertahun hilang bahkan mengaku sedang mengandung anakku. Cihhh."
Obrolan gantara tadi membuat ia semakin tidak tinggal diam karena akan meminta tolong temannya membuntuti segala gerak perusak hubungannya dengan klara.
"g*la yah aku ini bisa-bisanya mulai simpatik sama pria tua yang jago bersilat lidah ahhhhh klaraaaaaaaaa....harusnya gak harus sampai nampar di depan banyak orang kalau aku ini tidak mencintainya. Astagaaaa stupid dipelihara aku ini!" klara menggerutu di kamarnya sendirian.
"Harusnya aku biarkan saja wanita itu menikah toh katanya lagi hamil kan, memang sih badannya lebih oke bumper belakang depan kanan kiri atas bawah mungkin. aahhhhh mamaaaahhhhh.... aku ini kenapa sih?? dulu fabian, sekarang gantara apa memang nasibku harus selalu bersaing dengan wanita lain?" klara masih menggerutu bertanya sendiri di bawah bantal dan selimutnya, ia menyesali kalau tangannya sampai mendarat di pipi gantara. Satu sisi ia puas karena gantara kalau benar sampai menghamili wanita masa lalunya dan tidak bertanggungjawab memang tamparan dari klara dirasa kurang. Ia sendiri masih bingung bertanya pada hatinya, bahwa hatinya ini mencintai pria yang mana? fabian atau gantara? Sampai tak sadar akhirnya terlelap dengan tumpukan bantal di kepalanya saking semerawutnya pikiran klara.
"Apa? jadi dia dalang dari semua ini? baiklah bro terimakasih informasinya, sebagai imbalan gunakanlah fasilitasku yang di sana sam…
Anak Tengah
Ukiran gantara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments