"Mas ayo berdiri, terimakasih sudah berjuang mencariku bertahun lamanya bahkan bersabar hingga hari ini untuk hubungan kita. Bismillah dengan izin restu dari mamah yang tentunya almarhum papah juga pasti merestui saya menerima lamaran ini." Jawab klara sambil menteskan air mata tanda terharu. Ia tak menyangka bahwa hatinya secepat itu bersemi kembali.
"Alhamdulillah..."ucap semua tamu yang hadir dibarengi dengan penyematan cincin oleh ibu dari gantara
"Terimakasih nak sudah bersedia jadi mantu mamah." Klara tersentuh hangat ketika mamah gantara mengusap kepala dan memeluknya.
"Terimakasih sayang sudah bersedia menerima dan aku berjanji akan setia untukmu."
Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan menikmati hidangan yang disajikan. Mereka semua tertawa bahagia mengingat perjuangan gantara untuk mendapatkan klara.
"Ini baru Gantara anak papah, selamat nak kamu sudah berhasil membawa mantu buat papah. Cepatlah urus pernikahanmu, kami sudah tak sabar ingin menimang cucu." sahutan tertawa dari semua yang mendengar melihat klara seketika panik ketika dimintai cucu oleh calon mertuanya.
"Aku merelakanmu ra, karena memang aku salah tidak bisa menjaga janji kita." ucap lirih dari seorang pria yang menyelinap sebagai tamu diantara tetangga yang hadir. Fabian masih tetap memantau keadaan mantan tunangannya hingga hari ini. Ia sangat mencintai klara tapi sadar bahwa cinta kecil yang mengikat perjanjian di awal sehingga fabian serba salah.
"itu kan bian? ngapain dia di sini?" guman kimi yang baru datang, ia sedikit telat karena memiliki urusan lain. Sebelum masuk ke dalam rumah klara, ia memilih memantau fabian dulu dari jauh karena tak ingin lelaki itu merusak acara sahabatnya.
Ternyata perkiraannya salah, fabian kali ini tidak berbuat onar melainkan pergi begitu saja terlihat ekspresinya yang sangat sedih melihat klara sudah memilih pria lain untuk masa depannya.
"Aku tahu diantara kalian masih tersisa saling cinta walau sedikit, tapi rasa kecewa diantara kalian terlalu besar.…
Anak Tengah
merelakan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments