Hari yang sangat berkesan bagi keduanya namun tak terlepas dari pantauan mata fabian, pria itu sengaja membuntuti karena tak terima atas perlakuan dosen muda yang digemari para banyak wanita di kampusnya.
"Sial ternyata klara bisa semudah itu melupakanku!" gerutu fabian yang melihat klara mulai asik dengan pria sebelahnya.
Setelah kejadian siang di kampus tadi, cinta mulai terkoyak ambisinya mendapatkan janji semasa kecilnya pada fabian. Wanita itu merasa dikhianati sehingga posesif terhadap fabian hingga melarang untuk tidak pulang bersamanya, bukan fabian kalau tidak bisa bersilat lidah yang akhirnya bisa terlepas sejenak dari ikatan erat cinta.
"Gimana puas hari ini dengan pelunasan hutang janjiku mas?"
"hmmm okelah, lain waktu masih bisa jalan tanpa alasan perjanjian kan? Ya kata lainnya kita memang sengaja jalan menghabiskan waktu berdua menikmati tanpa beban sebuah alasan."
"Kalau nanti kita jalan lagi berdua, berarti memang ada alasannya dong mas gak mungkin jalan tanpa alasan sekali pun hanya untuk makan."
"haissshh anak kecil...susah sekali menjelaskan bukan begitu maksudnya. Sudah lupakanlah yang jelas mas berharap ini bukan yang terakhir untuk kita bertemu saling mengenal. Sekarang mari kita pulang, kasian anak manja ini udah mulai mengantuk."
Mereka pun melalui perjalanan pulang diiringi musik senandu di dalam mobil yang membuat klara hilang kesadarannya karena tertidur. Gantara membiarkan klara tertidur sejenak sampai tujuannya dan hanya tersenyum melihat anak kecil manis incarannya dulu sekarang ada di sebelahnya tertidur dengan nyaman di mobilnya.
"Ra, ayo bangun udah sampai rumah." klara masih asik tertidur dengan rambut yang hampir setengahnya menutupi wajahnya. Gantara hanya berani menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantiknya.
"Jangan sengaja tidak mau bangun begitu agar aku gendong ke dalam kamarmu ra, ayo bangun atau aku...."Tangan klara meregangkan otot kencangnya mengenai muka gantara sehingga terhenti ancamannya.
"hoammmpp .... Gak usah…
Anak Tengah
Patuh pada pria tua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments