"Andai saja dulu aku tidak pergi dari rumah hanya demi wanita sialan itu, mungkin sekarang dia milikku." gumam pria yang melihat adegan romantis dua anak remaja
"sayang, setelah makan eskrim kita pulang ya ada yang harus aku kerjakan soal syarat kuliah tadi entah kenapa terlihat sulit dari biasanya para calon mahasiswa untuk jurusanku."
"kok bisa gitu? kan kita atau kamu baru mengajukan syarat daftar tapi fakultasmu sudah sesibuk itu? kamu yakin bukan cara menghindar dari aku? hmm?" telisik klara karena merasa tidak percaya atas alasan fabian yang baru saja dia jelaskan.
"Kamu mulai gak percaya sama aku? kan aku janji akan selalu ada untuk kamu, jadi jangan berpikiran yang aneh-aneh ini kan tugas kuliah. Coba aja kamu waktu itu mau dengar saranku untuk ambil jurusan yang sama tapi sayangnya kamu malahan lebih pilih bareng sobatmu." gerutu fabian yang tidak sengaja mengungkit pilihan klara padahal ia tahu bahwa ini awal mula kesalahan untuknya di depan wanita yang dia pilih.
"Maksud kamu aku tuh sembarang pilih jurusan dan hanya demi kimi? ayolah kita dewasa jangan sedikit-sedikit buat kesimpulan yang gak masuk akal! Gini loh yah, kita kuliah tuh gak sebentar tapi 4 tahun syukur-syukur bisa kurang dari itu sudah lulus wisuda, lalu alasan konyol seperti yang kamu bilang tadi bikin aku rela kuliah menghabiskan waktu lama begitu maksudnya? kak, aku kira kamu sudah lebih matang berpikir untuk hal begini dalam hubungan kita. Ternyata gak jauh beda! Aku minta turun sendiri di sini, kamu gak usah temani aku, urus aja tugas kuliahmu dulu yang menurutmu aku tidak percaya. Berhenti!" klara kesal keluar dari mobil menuju kedai es krim, padahal ia berharap bahwa fabian mengejarnya untuk menjelaskan tapi ternyata ia pergi begitu saja.
"wahh.. wahhh.. ada gila-gilanya punya calon suami, ninggalin calon istri pergi gitu aja?" gerutu klara melihat mobil fabian semakin jauh, padahal ia sendiri juga tahu bahwa fabian tipe pria yang memberikan waktu sendiri kepada pasangannya jika sed…
Anak Tengah
Kesialan klara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments