"Cinta, maukah kamu menjadi istriku?" fabian kecil bertekuk lutut pada anak perempuan cantik sebayanya. Disambut riuh gemuruh teman-teman yang menyaksikan drama seru tontonan mereka.
"Baiklah bian, aku mau jadi istrimu" cinta menjawab malu dengan pipi semu merah.
"cieeeeeeeeeeeeee ada pengantin baru! bian, cinta kita bilangin loh ke orangtua kalian.hahahah" ledek salah satu dari teman mereka.
"silahkan saja aku tidak takut, aku akan melindungi cintaku dari ledekan kamu! lagian ini kan hanya permainan ya kan cinta?" bian bertanya pada cinta karena takut cinta monyetnya bertepuk sebelah tangan.
"Terimakasih bian sudah melindungiku dari ledekan dia, ia tenang teman-teman ini hanya permainan. Kalaupun besar nanti kita beneran menikah ya kenapa sih? berarti orangtua kita gak marah dong."
"huuuuuuuuu gak seru, katanya mainan tapi malah jadi ledek-ledekan. Ayo kita pulang sudah sore waktunya mandi dan mengaji." ucap teman lainnya.
Semua bergegas pulang ke rumahnya masing-masing, sedangkan dua anak kecil yang baru saja mengungkap janji cinta monyetnya berjalan beriringan karena rumah mereka tidak berjauhan.
"Cinta, kamu serius besar nanti mau menikah denganku?" ekspresi muka berharap fabian kepada cinta.
"hmmm gimana yah, aku sih gak ngerti masalah begitu bian kan kita masih kecil. Nanti aku tanya orangtuaku dulu yah boleh gak kamu jadi suami aku nanti." jawab cinta
Jawaban mengambang dari cinta jadi kalimat akhir sebelum berpisah masuk rumah masing-masing. Cinta sesampainya di rumah justru langsung bertanya hal konyol untuk seusia mereka.
"Mih, Pih apa boleh kalau besar nanti fabian jadi suamiku?" mereka yang ditanya saling pandang dan kebingungan mendengar anaknya yang belum cukup umur sudah mempunyai pilihan suami masa depannya.
"hey cinta kamu masih kecil, apa yang membuatmu bertanya hal konyol begini pada kami?"
"Tadi fabian menikah denganku di taman mih,pih. Lalu dia bertanya apakah besar nanti aku mau menjadi istrinya juga? Yah aku jawab, biar cinta tanya mamih dan p…
Anak Tengah
POV fabian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments