Hari yang ditunggu pun tiba, gantara masih sibuk dengan persiapannya sedangkan klara masih bermanja dengan kasur dan selimutnya hingga membuat suara terompet kesayangannya di pagi hari menyala lebih keras.
"Araaaaaaaa, ya ampun sudah mau jadi istri masih aja susah bangun pagi. Ayo bangun, sebentar lagi perias datang nak!" Mamah kaget melihat anaknya tak terlihat di atas kasur melainkan bersembunyi di dalam selimut besarnya. Klara yang ditarik selimutnya bertahan sekuat tenaga agar tidak terlepas kain hangat tersebut.
"Maaahhh plisss sebentar lagi, aku ngantuk sekali. Lima menit yah atau sepuluh deh." Klara masih memejamkan matanya walau sedang melakukan negosiasi.
"Buka matamu, atau mamah gendong mandiin sendiri nih! Mbak marni tolong saya buka jendela kamarnya, klara nih kebiasaan kalau jendela belum di buka tandanya masih malam." Mbak marni patuh melakukan perintah nyonya nya.
Cahaya pagi masuk ke dalam kamarnya membuat mata klara terbuka dan segera merantangkan tangannya.
"Ahhhh mamah, sebelum aku jadi istri bisa ga sehari aja kalau bangun siang jangan bawa pasukan begini." Klara masih menempel di kasurnya dan merajuk pada mamahnya.
"Ara mamah hitung nih, kalau tidak bangun dan mandi lebih baik mamah kurung dan batalkan saja acara hari ini! satu....dua....ti......" Klara sigap berdiri sambil hormat dan segera berlari menuju kamar mandi.
Sementara mbak marni masih membantu membereskan kamar nonanya agar tidak terjadi huru-hara kembali antara ibu dan anak.
Klara menikmati setiap usapan jemarinya sambil bermain busa sabun dan berendam. Ia bersenandung kecil menikmati hangatnya air dan wanginya aroma sabun mandi. Berbeda dengan gantara yang sudah siap dan tampan bertemu kekasihnya.
"Ini benar anakku? akhirnya setelah sekian lama mamah dan papah bisa menyaksikan hari ini juga." Mamah terharu melihat anak semata wayangnya akan bertunangan dengan puteri kecil pilihannya.
"Mah, pah, terimakasih sudah memilihkan wanita terbaik untukku. Maaf untuk kebodohanku yang lalu hin…
Anak Tengah
Cantik
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments