"Katanya mau tidur seharian, ehh udah wangi aja nih mana cantik pula, yah gak gantara?" ledek mamah klara
"haha iya deh cantik anak tengah mamah ini, cuma sayang senang merajuk." ledek gantara
"aduh masih pagi nih, kalau mau ngeledek terus aku balik nih ke kamar." Ketus klara sambil mengambil sarapannya sendiri.
"Ehh.. udah cantik gak boleh manyun terus, kok makan sendirian aja? gak ditawarin nih kita di sini?" ucap mamah
"Ambil aja sendiri pada punya tangan kan?"
"Klara diam!" Kakaknya memperingatkan adiknya yang mulai tidak bisa mengontrol bicaranya membuat klara menciut.
"Sudah-sudah, ayo makan kak, adik, gantara mbak marni enak banget bikin sarapannya." tawaran mamah dibarengi dengan ramainya tangan yang berebut menu sarapan yang mengunggah selera. Mereka makan sambil bertukar cerita perjalanan gantara kemarin keluar kota dan diselingi candaan untuk kakak yang mulai menyukai wanita di tempat magangnya sebagia dokter muda.
"Mah, begini ada yang ingin saya sampaikan yang juga pesan dari papah dan mamahku. Jika berkenan besok keluarga kami akan bersilaturahmi ke rumah ini sekaligus bertunangan agar lebih cepat menuju pernikahan. Bagaimana apakah kalian merestui kami?"
"Sebentar, mas apaan? kenapa gak diskusi dulu? emang aku siap?"
"Tadinya mas mau diskusi dulu tapi melihatmu susah diajak kompromi jadi lebih baik saat ini ketika semuanya hadir. Mah maaf bila terlalu cepat tapi saya dan keluarga ingin segera meminang anak mamah."
"Gantara, jauh sebelum ini sepertinya keluarga mamah dan papahmu sudah merestui makannya terjadi perjodohan sewaktu kalian kecil. Untuk langkah berikutnya mamah mengikuti keputusan kalian berdua untuk waktunya, dan untuk anak mamah klara sebaiknya dengarkan dahulu alasan yang mungkin buatmu salah paham hingga merajuk pada semua orang."
Klara berpikir mendengar nasihat dari mamahnya, sebenarnya ia ingin dengar sendiri alasan gantara kemarin hilang tanpa kabar. Gantara yang melihat raut muka klara sangat mengerti bila wanitanya tidak mau disud…
Anak Tengah
Lunak juga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments