Klara memberi respon diam dan hening setelah mendengarkan cerita awal mula perjodohan yang seharusnya terjadi, ia takjub dengan semua cerita mulai dari kepergian papahnya hingga hari ini ia duduk bersebelahan dengan yang katanya calon suami klara berikutnya. Gantara yang tak suka dengan respon klara segera menepikan kendaraannya dan membuka sabuk pengaman agar tidak terlalu jauh berjarak dengan wanitanya.
"Ra, plis jangan diam begini. Kamu marah padaku atau mungkin keluarga kita karena fakta ini? Ayo ra, bersuara! paling tidak berikan senyuman atau anggukan bahwa kau mendengar utuh ceritaku tadi." gantara memegang pundak klara sambil menatapnya.
"pak (klara sambil melepas tangan gantara yang menempel di pundaknya), saat ini bukan ku tak mendengar dan tak paham tapi kenapa kalian semua menutupi itu bertahun-tahun? lalu kenapa bapak datang kembali padaku setelah wanitamu mengkhianatimu? apakah aku hanya pilihan kedua bagi semua pria? tidak bisakah kalian kalau cinta padaku terus satu tuju padaku? hah!" klara terisak mengeluarkan semua keluhnya.
Reflek gantara memeluk klara agar sedikit tenang. Klara tidak mengkhianati sentuhan yang gantara berikan kalau tubuhnya lebih nyaman dengan pria di depannya dibanding saat dengan fabian dahulu. Sentuhan mereka berdua sebatas usapan rambut atau menenangkan seperti ini, tapi klara menyadari perbedaannya. Kali ini ia lebih tenang entah karena usapan atau umurnya kini yang sedikit dewasa dan luas memandang sebuah masalah.
"Gimana? sudah tenang? kamu gak usah jawab sekarang seperti apa keputusanmu berikutnya, hari ini cukup lunasi hutangmu saja untuk berkencan denganku seharian. Mari kita bersenang-senang siapa tahu setelah pulang nanti kamu mulai mencintaiku." ucap gantara sambil kembali melanjutkan perjalanan. Klara tidak sadar sebuah senyuman terukir diwajahnya mendengar gantara berbicara begitu.
"Pak tunggu sini sebentar yah! ada yang harus kubeli barang wanita sebelah situ." izin klara untuk memberi barang keperluannya. Gantara…
Anak Tengah
Pujian semu merah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments