Suasana duka begitu terasa saat klara membuka pintu rumahnya, kini ia hanya disambut oleh mbak marni. Mimik muka sedih dan tubuh letih klara dapat dirasakan oleh mbak marni.
"Non, sini biar bajunya bapak saya saja yang bersihkan. Biar non bisa istirahat sebentar sebelum kembali ke rumahsakit lagi."
"Gak usah mbak marni terimakasih, biar ini ara yang bersihkan sebagai tebus bakti ke papah. Kenapa bisa gini mbak? kenapa secepat itu? kenapa allah kasih papah sakit." tangis klara akhirnya sudah tak terbendung membayangkan bahwa ini perjalanan papahnya yang terakhir. Ia pun sedikit merasa bersalah atas dramanya menolak perjodohan di awal, kalau saja ia lebih cepat menerima ajakan mamahnya mungkin papah pun bisa lebih cepat menemani proses itu.
"Non ara ayo bangun jangan nangis di sini, gak boleh juga menyalahkan takdir apa yang allah beri untuk kita sebagai hambaNYA. Semua sudah tertulis sebelum manusia lahir non. Sekarang mbak bantu bersihkan barang bapak biar non juga cepat istirahat. Oiyah tadi ada teman non ke sini yang perempuan sama lelaki."
"Makasih mbak selalu ada buat keluarga ini, maafin papah yah kalau selama mbak kerja di sini ada perbuatan yang kurang berkenan. Makasih juga udah kabari kalau temanku ke rumah. Sekarang bantu saya angkat tas papah." Ajak klara dengan segera menghapus air matanya.
Selama membersihkan baju papahnya yang banyak terkena darah, klara terus menangis mengingat segala perjuangan papahnya dalam menafkahi keluarganya yang rela berpisah jauh dengan anak dan istrinya. Di dalam tas papahnya ia menemukan foto kecil keluarganya lengkap dengan tulisan di belakang fotonya "keluarga paling tersayang", sudahlah tambah saja tangis klara pun mulai tak karuan. Mbak marni yang melihatnya ikut iba dan merangkul klara yang sudah terlihat mulai lemas.
Klara pun ketiduran di kamarnya, mbak marni pun mengetuk kamarnya karena diberi pesan oleh klara untuk mengecek kondisinya di kamar takutnya ketiduran karena harus membawa pakaian kakak, adik, dan mamahn…
Anak Tengah
Sudah JalanNYA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments