Klara pulang ke rumah menjelang senja dengan perut sedikit lebih maju karena penuh dengan makanan manis yang membuat moodnya sedikit lebih baik, tapi dia tidak akan lolos dari pertanyaan mamahnya.
"dari mana aja kamu ra? tadi fabian ke sini baru aja pulang, katanya kamu ngambek gak mau angkat telepon dan balas pesannya. Kenapa sih kalian? kalau mau rumah tangga emang ada aja kerikil kecil, pastikan itu tidak membuat goyah langkah kalian, heyyy klara!" pertanyaan mamahnya membuat pusing klara yang tadinya ingin duduk di ruang tamu sejenak jadi berbelok naik ke anak tangga untuk segera masuk kamarnya.
"ara capek mah, mamah gak usah ikut pusing kita udah besar." seru klara sambil menyeret tasnya naik ke atas. Kakak yang mendengar jawaban klara adiknya si manja terbahak-bahak
"woyy ngakunya udah besar tapi masih ngambekan, besar apanya? selera makannya yah? sampai perut sedikit maju." ledek kakak yang dijawab dentuman pintu kamar klara karena kesal ditertawakan saudaranya.
"ra udah dong, jangan marah terus kan aku udah minta maaf! Janji deh gak bakalan di ulang. Masa calon suaminya dianggurin gini daritadi siang?"
"Masa calon istrinya ditinggalin daritadi siang?"
"ya ampun maaf, kan kamu sendiri yang minta turun di sana? makannya aku kasih kamu waktu sendirian, kalau aku kejar kamu ke dalam nanti yang ada malah tambah teriak-teriak marahnya."
"Yah atuh gak mesti ditinggal juga, tunggu aja di luar sampai mood aku rada baikan kan bisa."
"kamu kan dengar tadi kalau aku harus kerjakan tugas syarat masuk kuliah itu."
"ya ya ya,, udah ara ngantuk, mau ngomong apalagi?" akhirnya klara menyerah juga takut kualat sama calon suami
"Gak ada, cuma mau mengingatkan kalau tidur gosok gigi dulu hari ini kamu banyak makan manis! Besok aku jemput yah sayang."
"Besok aku agak siangan, duluan aja kak nanti ketemunya di sana yah."
Belum juga dijawab oleh fabian, tapi telepon keburu ditutup oleh klara saking ngantuknya bahkan pesan fabian tidak ia jalankan. Besok klara harus kembali ke kamp…
Anak Tengah
Tidak Terduga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments