Embusan napas Anjelo terasa hangat menerpa ceruk leher Zeona. Gadis itu memejamkan mata dengan erat ketika Anjelo mendaratkan kecupan singkat di bahunya yang masih tertutup kemeja.
"Kamu wangi sekali. Saya suka parfum yang kamu pakai. Terkesan seksi dan meng ga irahkan."
Merinding seluruh tubuh Zeona. Dia mengepalkan tangan kuat-kuat.
"Saya mau mandi dulu!" Anjelo menjauhkan wajahnya. Lelaki berbadan kekar itu melenggang menuju kamar mandi, namun langkahnya terhenti karena Zeona tiba-tiba membuka suara.
"Tunggu dulu Tuan!"
Anjelo membalik badan. Ada senyum tipis yang membingkai wajah tampannya. "Ada apa? Apakah kamu ingin menemani saya mandi?"
"T-tidak T-Tuan. T-tapi bb-bisakah kita berbicara dulu. Ss-saya ingin me-menyampaikan ss-sesu-atu," kata Zeona dengan suara tersendat-sendat karena rasa takut dan gugup yang mencengkram kalbu.
Gelengan kepala diberikan Anjelo sebagai jawaban atas permintaan Zeona. Membuat gadis itu mendesah kecewa.
Sepeninggal Anjelo. Zeona terduduk lesu di tepian ranjang. Menggigit bibir bawahnya dibarengi dengan meremat jemari.
"Ya Tuhan ... apakah aku benar-benar akan melakukan zin*?"
Hati kecilnya menjerit protes. Tapi bayangan tubuh Kakaknya yang memar-memar membuat Zeona tak punya pilihan. Selain menyerahkan kepe ra wa nan.
"Janganlah kamu mendekati zina! Karena zina itu sungguh suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk."
Mendadak ceramah guru agama di sekolahnya berseliweran di kepala. Menghadirkan keraguan yang membingungkan pikiran.
"Jauhilah perbuatan keji itu anak-anakku sekalian. Karena selain Allah akan murka pada kita, di dunia pun kita akan mendapatkan cela. Naudzubillah himindzalik!"
Zeona sudah ingin beranjak untuk pergi melarikan diri dari kamar hotel tersebut, tapi bayangan sang Kakak kembali hadir. Lalu satu ide muncul dalam benaknya. Kebingungan dan rasa takut berdosa itu perlahan sirna.
Zeona membulatkan tekad dan meyakinkan diri untuk mengutarakan permintaannya kepada Anjelo. "Ya Tuhan ... semoga Tuan Anjelo mau mengabu…
Simpanan Tuan Anjelo
BAB 7
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments