"Zeo, sekolah yang bener. Setelah lulus, kamu harus langsung kuliah. Jangan pikirkan soal biaya. Biar Kakak yang mengusahakan segalanya. Kamu harus jadi manusia sukses dan berguna. Jangan seperti Kakak! Satu hal lagi, jangan dulu cinta-cintaan. Karena hal itu sering kali merusak konsentrasi dan impian! Ngerti 'kan adik kecilku yang manis?!"
"Ok Kakakku yang cantik! Aku akan menjadi seperti yang Kakak impikan. Aku akan menjadi arsitek seperti cita-citaku. Nanti, aku akan bangun rumah impian kita Kak!"
"Iya, aamiiin! Semoga cita-citamu tercapai ya, Dek! Semangat!"
Obrolan masa lalu pengantar tidur itu berputar-putar di kepala Zeona. Dia kira akan bisa meraih cita-citanya dengan gampang dan tanpa rintangan.
"Kak, maafkan aku. Aku tidak bisa menjadi apa yang Kakak inginkan. Aku, terpaksa melakukan ini demi Kakak kembali tinggal bersamaku." Zeona menatap pantulan wajahnya di dalam cermin yang tergantung di kamar mandi. Tempat dirinya berada saat ini.
Satu jam yang lalu, dia dan Anjelo telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Anjelo membawanya ke rumah seseorang yang katanya adalah rumah orang kepercayaannya yang bernama Eric.
Karena Zeona sudah tidak punya orang tua dan keluarga, maka wali nikahnya diserahkan kepada wali hakim yaitu seorang ustaz yang tak lain adalah Ayahnya Eric.
Anjelo mengucap ijab qabul dengan lantang di depan Pak Ustaz Wibowo (Ayah Eric). Eric dan Ari (Kakaknya Eric) sebagai saksi.
Setelah ijab qabul itu terucap. Anjelo mengajak Zeona pergi. Bukan ke hotel tadi, melainkan ke apartemen mewah yang berada di dekat pantai.
"ZEONA! APA YANG KAMU LAKUKAN DI DALAM SANA?! KELUAR SEKARANG! SAYA INGIN MENGAMBIL HAK SAYA SEBAGAI SUAMI KAMU!" Teriakan dari luar pintu kamar mandi tersebut membuat seluruh tubuh Zeona gemetaran. "KALAU KAMU TIDAK KELUAR JUGA ... SAYA TIDAK AKAN MEMBANTUMU MEMBEBASKAN KAKAKMU DARI TEMPAT HINA ITU!" Terkesiap dengan jantung yang berdentam hebat.
Zeona lekas menanggalkan kemeja dan celana jeans yang melekat di tubuhnya. Me…
Simpanan Tuan Anjelo
BAB 8
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments