Air mata yang sudah berhenti keluar, kini kembali berjatuhan. Napas yang tadi sudah teratur, saat ini kembali tersendat-sendat. Lebih parahnya, nyawa Vivian benar-benar seperti hilang sebagian.
Tubuhnya lemas seperti lumpuh layu. Gemetaran dan kaku. "Raka ..."
[Pak Raka tertabrak mobil saat kembali dari membeli es cendol dari seberang showroom, Bu. Sekarang, saya dan Ade sedang membawa beliau ke rumah sakit.]
"Ya Tuhan ... tolong selamatkan Raka!" Vivian tak dapat mengontrol gemetaran di tubuhnya. Ia serasa akan pingsan. Mengetikkan pesan kepada seseorang. Karena untuk berkomunikasi sepertinya tidak akan bisa. Lidahnya seolah hilang dari dalam mulut.
Vivian: Alden, kamu ada di mana? Mbak butuh bantuan kamu!
Pesan terkirim. Namun centang satu.
"Sial! Alden ke mana sih?!" batinnya menggeram. Vivian kembali menggulir layar hapenya. Namun tak ada yang bisa ia andalkan. Akhirnya, tak ada pilihan lain. Dia mengatur napas dan berusaha mengenyahkan gemetaran di tubuhnya. "Aku harus segera ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Raka," lirihnya dalam hati. "Tenang Vivi! Rileks! Raka pasti akan baik-baik saja," ujarnya dengan suara pelan serupa dengan embusan angin di pagi hari.
Perlahan-lahan dengan hati-hati, Vivian menghidupkan mesin mobilnya. Dia memundurkan mobil secara perlahan-lahan. Memutar roda kemudi dan berlalu keluar dari parkiran perusahaan orang tuanya.
Sepanjang perjalanan, yang ada dalam pikirannya hanya Raka, Raka dan Raka. Kecemasan dalam dirinya tak bisa dihilangkan.
Sampai di rumah sakit, dia langsung melesat menuju ruangan di mana Raka berada sesuai dengan yang Ujang beritahukan.
"Ujang! Ade!" Yang dipanggil namanya segera mengangkat wajah dan berdiri dari duduknya.
"Bu Vivi!" seru keduanya berbarengan.
"Bagaimana keadaan Raka?" tanya Vivian dengan bibir yang bergetar. Suaranya terdengar hampir menghilang.
"Pak Raka masih ditangani Dokter, Bu." Ade yang menjawab.
"Apa lukanya parah?" Kedua mata Vivian sudah mulai mengeluarkan cairan bening la…
Simpanan Tuan Anjelo
BAB 37
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments