Alden termangu sehabis mengetahui kabar kepindahannya Zeona dari pemilik kos. Seluruh tubuhnya langsung tremor. Bahkan keranjang berisi buah-buahan yang ia bawa hampir jatuh dari genggaman.
"Bu, apakah Ibu tahu Zeona pindah ke mana?" tanya Alden dengan suara terbata-bata. Suara tumpang tindih dengan napas yang susah keluar dari paru-paru.
Ibu kos menggelengkan kepala. "Tidak tahu, Mas. Zeona hanya bilang mau pindah saja."
Jawaban itu membuat Alden kalang kabut. Dia segera mengambil ponsel dan menghubungi nomor Zeona. Tapi nomor Zeona tidak aktif.
"Zeo, kamu pindah ke mana? Kenapa mendadak seperti ini dan kenapa kamu tak menghubungiku dulu?" Alden putus asa. Dia sampai menitikkan air mata. Niatnya yang ingin mengutarakan perasaan, hanya tinggal asa yang tak mungkin menjadi nyata.
Alden meninggalkan kontrakan Zeona dengan langkah lunglai tak bertenaga. Seolah kehilangan separuh nyawa.
"Zeo ... kamu ada di mana Sayang?" Alden meninju-ninju setir mobilnya. Mencurahkan segala kecewa dan kegundahan yang menerpa jiwa. "Aku pergi ke hotel Holland saja. Mungkin rekan kerja Zeona tahu ke mana Zeona pindah!" Gegas Alden menghidupkan mobil menuju ke hotel Holland.
Sesampainya di sana. Tak ada satu orang pun yang tahu Zeona pindah ke mana. Pikiran Alden benar-benar buntu. Zeona seolah hilang ditelan bumi. Pihak kampus pun tak tahu menahu. Zeona sama sekali tak meminta izin atau meminta surat pindah.
Dua titik cairan bening membasahi pipi putih Alden Prawira. Diiringi hati yang patah sepatah patahnya.
Sementara orang yang sedang ada dalam pikiran Alden, kini tengah menunduk di kamar mandi. Tepatnya di depan lubang kloset. Memuntahkan rujak yang baru saja masuk ke dalam perutnya.
Kedua matanya berair. Perutnya seperti dikuyel-kuyel. Kepalanya juga terasa berat dan pening.
"Ya Tuhan ... sepertinya aku harus pergi berobat. Ini tak bisa dibiarkan. Setiap habis makan, selalu saja kumuntahkan kembali." Zeona mengangkat kepalanya dari lubang kloset. Berdiri lalu membasuh muka…
Simpanan Tuan Anjelo
BAB 68
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments
partini
lanjut,,
2025-01-21
1