Kedua mata Zalina semakin terbelalak saat melihat isi di dalam kotak beludru tersebut. "Debit card?" Zalina menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Sejak kapan Zeona punya debit card?" Kecurigaan dalam dirinya sudah tak bisa dibantahkan.
Yang ia tahu, Zeona hanya punya satu debit card dan itu berwarna biru, bukan gold seperti yang ada di hadapannya saat ini.
Berbagai dugaan muncul dalam benaknya. Terutama dugaan pada hal yang negatif. Dia jadi penasaran, berapa isi saldo dari debit card yang ada di tangannya saat ini.
Semuanya kembali terhubung pada uang dua milyar yang dipinjamkan Anjelo, bau parfum mewah, biaya pengobatan dirinya yang selalu dibayarkan di muka dan terakhir kartu debit ini.
"Ya Tuhan ... apa yang sebenarnya dilakukan Zeona? Jangan-jangan dia--" Kalimat itu tak terlengkapi karena Zalina mendengar seruan salam dari luar pintu.
Buru-buru dia memasukkan kembali kartu debit itu ke dalam kotak. Menyimpan kembali kotak tersebut ke tempat semula dan menutup pintu lemari dengan rapat.
Membaringkan tubuh di atas tempat tidur.
"Kakaaak! Aku pulang!" Zeona muncul membuka pintu. Tersenyum lebar sambil menyongsong tubuh Zalina dan memeluknya.
"Gimana kuliahnya, lancar tidak?" Zalina memasang wajah seperti biasa. Meskipun dalam hatinya ingin langsung mencerca Zeona dengan beragam pertanyaan.
"Lancar, car, car!" jawab Zeona diiringi tawa ceria.
"Syukurlah."
"Kakak sudah minum obat belum?"
"Udah."
"Bagus!" kata Zeona mengangkat jempol. "Aku mau mandi dulu ah, gerah!" Zeona beranjak. Membuka jas almamater kampusnya. Lalu beralih membuka kaos putih yang dipakainya. Menyisakan tank top hitam yang kontras dengan kulit putihnya. Selanjutnya, dia mencepol rambut panjangnya ke atas.
Lagi-lagi mata Zalina terbelalak ketika melihat dua tanda merah yang terpampang jelas di tengkuk Zeona. Seketika dada Zalina langsung sesak. "Kissmark?" Hati Zalina mencelos. Kecurigaannya terhadap pekerjaan sang adik semakin besar. Ingin bertanya, tapi lidahnya terasa hilang dari d…
Simpanan Tuan Anjelo
BAB 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments