"Raka, setelah sarapan ... kita jalan-jalan ke pantai ya? Aku ingin menghabiskan hari terakhirku di Pulau Dewata ini dengan bersenang-senang," kata Vivian sambil bergelendot mesra di lengan Raka.
"Up to you, Honey. Apapun yang membuatmu bahagia, aku akan melakukannya." Raka mencium mesra kening Vivian. Lalu turun ke bibir sensual milik wanita bersuami itu. Mereka berdua saling berpagutan di pinggir jalan.
Kegiatan itu terekam jelas oleh dua iris hitam milik Yudis Prawira. Lelaki paruh baya itu menganga, tergemap di tempatnya.
"Vivian, Raka?" Keseimbangan tubuhnya hampir hilang. Jantungnya seakan dicabut paksa dari dalam rongga dada. Nafsunya menyuruh mengejar sepasang sejoli itu, tapi tubuhnya tak mampu diajak kompromi. Kedua kakinya tak sanggup memijak bumi.
Terduduk lesu di bangku yang ada di area hotel. "Apa yang kamu lakukan Vivi? Apakah kau bermain gila dengan Raka di belakang suamimu?" Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan dalam benak Yudis. Dia termangu dengan hati tak menentu. Ingatannya terlempar ke masa lalu.
"Aku tidak mau menikah dengan Anjelo, Pi! Aku tidak mencintai dia. Cintaku sudah tertambat pada lelaki lain!"
"Mau cinta ataupun tidak, kamu akan tetap menikah dengan dia! Papi tidak mau mendengar penolakan dari kamu, Vivian! Siapapun lelaki yang kamu cintai, itu sama sekali tidak penting. Jodohmu itu adalah Anjelo!"
"Papi dan Mami jahat!"
"Vivian ... apakah lelaki yang selama ini kamu cintai itu adalah Raka?" Yudis melirih dengan mata memerah. Dia ingin marah. "Seharusnya tadi aku melabrak Vivian dan Raka!" Yudis mengepalkan kedua tangannya. "Pantas saja kamu selalu menunda-nunda punya anak dari Anjelo ... ternyata inilah alasan sebenarnya. Kamu bermain gila di belakang Anjelo. Apa yang kamu lakukan Vivi?" Yudis menggeram frustrasi. "Jika suami dan mertuamu tahu, maka tamatlah riwayat kita sekeluarga. Arrghh!" Bangku yang diduduki Yudis menjadi sasaran kemarahan lelaki paruh baya itu.
Dia mengambil ponsel dari saku celana dan menghubungi no…
Simpanan Tuan Anjelo
BAB 30
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments