Hari baru dengan keadaan baru. Vivian menjelma menjadi ratu. Ibu dan mertuanya sudah seminggu ini menginap di rumah Vivian dan Anjelo demi mengontrol keadaan Vivian dan menemani bumil muda itu.
"Mami cukup! Aku bisa makan sendiri." Vivian merebut sendok dan piring dari tangan ibunya. "Aku ini cuma hamil, bukan stroke. Jadi nggak perlu disuapin," sambungnya menegaskan.
Kejengkelan melanda jiwa raga Vivian. Dia seperti orang penyakitan yang dilarang ke mana-mana dan melakukan apapun. Padahal kondisinya baik-baik saja. Vivian sama sekali tak merasakan pusing ataupun morning sickness seperti wanita hamil pada umumnya.
Tapi mami dan ibu mertuanya memperlakukan dia layaknya orang sakit. Vivian muak. Dia ingin kabur ke tempat Raka. Tapi semua itu saat ini hanyalah angan semata.
Setelah menghabiskan makan siangnya, Vivian lekas naik ke lantai dua. Meninggalkan ibunya yang masih menyantap hidangan.
Mengunci pintu kamar dan langsung merebahkan badan di atas tempat tidur. "Kenapa aku harus mengandung sekarang?" gumamnya meremas perut. "Aku tidak mau mengandung anaknya Anjel!" Tangan yang tadi meremas perut, diangkat Vivian ke atas. Lalu dikepalkan. Vivian memusatkan kekuatan pada kepalan tangannya itu untuk dipukulkan ke perutnya.
Namun niat itu tak terlaksana karena Vivian teringat pada kata-kata Dokter.
"Selamat Bu Vivian. Anda hamil. Usia kandungan Ibu sudah menginjak enam minggu."
"Mungkinkah ini benihnya Raka?" ujar Vivian menutup mulutnya sendiri.
Setelah menyambungkan semua kemungkinan-kemungkinan. Vivian yakin jika bayi yang ada di rahimnya saat ini adalah anaknya Raka. Karena dia dan Anjelo baru melakukan hubungan bad*n lagi saat di Roma minggu kemarin.
"Sayang ... tumbuhlah dengan sehat. Meski semua orang menganggapmu anaknya Anjelo. Tapi Papa kandungmu adalah Raka Rifaldi, Nak. Lelaki yang Mama cintai," lirih Vivian terisak pilu.
*****
[Aku lagi menghadiri seminar di Bandung, Mas. Tiga hari lagi baru pulang ke Jakarta. Emang ada apa sih calon Ayah, serius…
Simpanan Tuan Anjelo
BAB 52
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments