Tak pernah terbayangkan oleh Zeona, jika sore ini ia akan mengalami kekerasan dalam berhubungan. Anjelo memperlakukannya bagai binat*ng.
Harga dirinya benar-benar diinjak-injak. Lihatlah sekarang ini, kedua tangannya diikat dan Anjelo memompa tv bvhnya dengan sangat kasar. Zeona hanya bisa merintih dan mengeluarkan air mata. Tak ada sedikit pun kenikmatan yang ia rasa.
"I-ni hu-ku-man untukmu, Zeona. Karena kau telah dengan sengaja melanggar semua perintahku. Aku melarangmu untuk dekat dengan Alden, tapi kamu malah melakukan sebaliknya. Tertawa lepas dan membiarkan dia menyentuh rambut indahmu dan juga kedua pipimu!" sentak Anjelo sambil menj*mbak rambut Zeona sehingga kepalanya menjadi mendongak ke atas.
"Aakhh ... T-tuan ss-sakit." Zeona merintih dengan air mata yang semakin deras berjatuhan.
"Berjanjilah bahwa kau tak akan lagi melanggar semua yang kuperintah!" Anjelo menguatkan cengkramannya dengan tatapan mata penuh teror dan kebengisan.
"Akkh, ss-sa-ya berjanji, T-tuan ..." Zeona berkata dengan suara terpatah-patah dan napas yang tersengal. Guncangan yang semakin menggila dan cengkraman di rambutnya membuat dia hampir kehilangan kesadaran.
Anjelo melepaskan cengkraman itu. "Kupegang janjimu, Zeona!" desisnya dengan mata berkilat tajam.
Tapi hukuman itu tidak serta merta berhenti. Anjelo kembali menumpahkan kekesalannya. Menggigit, mencubit sampai mencek*k leher Zeona sambil terus menyalurkan keinginannya. Tak mempedulikan rintihan dan tangisan gadis malang yang ada di bawah kungkungannya.
Kedutan mulai terasa, Anjelo semakin mempercepat gerakannya.
"T-tuan, jj-jangan di da-lam!" pinta Zeona dengan suara terputus-putus dan sangat pelan.
Sayangnya, permintaan itu tak diindahkan. Anjelo tetap menumpahkan cairan putihnya di dalam pintu kegelapan.
"Bagaimana ini?" Zeona membatin bingung. Karena obat pencegah kehamilannya sudah habis dan dia belum sempat membeli lagi saking sibuknya kuliah dan bekerja serta mengurus Zalina. "Aku harus segera pergi ke kamar…
Simpanan Tuan Anjelo
BAB 45
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments