Bau sp*rm() menguar. Cairan seputih susu yang kental dan lengket bertumpah ruah di atas penutup tempat tidur berwarna putih tulang. Bercampur dengan keringat dari sepasang sejoli yang masih betah mengabur nafs*.
Anjelo mengayun tubuh tanpa lelah. Membawa Zeona untuk berdiri dan mendorong tubuh bagian depan gadis muda itu ke tembok. Mengerjainya dari belakang tanpa lelah sedikitpun.
Denting jarum jam yang terus berputar, benar-benar tak dihiraukan. Suara dering ponsel miliknya dan juga milik Zeona berbunyi silih berganti. Namun tak menghentikan kegiatan panas mereka.
"T-Tuan, i-zinkan ss-saya mengang-kat te-lepon dulu!" Di tengah guncangan yang semakin dahsyat, Zeona memohon dengan suara tersendat-sendat.
"No, Zeona! Saya tidak mau menghentikan kegiatan ini. Kamu sangat nikm*t!" Percuma melobi lelaki yang sedang dalam puncak bir ahi. Anjelo tak menggubris sama sekali.
Mengayun tubuh dengan keras dan liar, seolah tak akan ada hari esok untuk melakukan lagi. "You're so tight, Sweety. I like it, Baby! I like it, Zeona. Kamu milikku selamanya!" Racauan tersebut diakhiri dengan era ngan panjang yang mengguncang.
"Ya Tuhan ... jangan lagi!" Zeona membelalakan mata. Ada rasa takut yang mendera jiwa. Malam ini, dirinya tak meminum obat pencegah kehamilan. "Yakin Zeo, benihnya pasti tidak akan tumbuh. Sebab saat ini, kamu sedang ada dalam masa tidak subur!" batinnya menenangkan.
Zeona lupa belum membeli obat pencegah kehamilan karena dirinya mengira, Anjelo tak akan mengerjainya sampai tak henti begini.
Anjelo mendekap tubuhnya dari belakang. Menciumi punggung dan tengkuk Zeona. "Kita istirahat dulu. Setelah itu, kita lanjut lagi permainannya!" Anjelo membalik badan Zeona lalu mengangkatnya ala bridal style.
Menjatuhkan tubuh ramping itu di atas tempat tidur. "Istirahatlah. Saya mau ke kamar mandi dulu. Nanti kita pesan makanan!" ucapnya mengecup kening Zeona sebelum melangkah pergi.
Zeona masih berusaha mengatur napas. Rasa lelah mencengkram jiwa dan raga. Belum lag…
Simpanan Tuan Anjelo
BAB 49
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments